Pemerintah Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg, Kuota Awal 250 Ribu Ton
Pemerintah luncurkan SPHP kedelai subsidi Rp2.000/kg untuk perajin tahu tempe. Kuota awal 250.000 ton dengan anggaran Rp500 miliar.
Syahrul Yasin Limpo./Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelusuri dugaan aliran uang dari mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo atau SYL ke Partai NasDem.
KPK menduga adanya aliran uang yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk kepentingan Partai Nasdem. Partai yang dipimpin oleh Surya Paloh itu merupakan partai yang menaungi SYL.
Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan penelusuran alin dana tersebut akan dilakukan dengan memanggil sejumlah saksi maupun meminta keterangan langsung dari tersangka. "Perlu kami sampaikan bahwa pasti kami telusuri lebih jauh melalui beberapa pihak yang nanti akan dipanggil sebagai saksi maupun langsung kepada para tersangka yang sudah KPK umumkan," ujarnya kepada wartawan, Senin (16/10/2023).
Baca Juga: Sebut Aliran Dana Korupsi SYL Masuk ke Partai, NasDem Bakal Somasi KPK
Ali mengatakan bahwa lembaganya meyakini Nasdem akan mendukung upaya penegakan hukum pada kasus Kementan. Menurutnya, partai tersebut akan melaksanakan komitmennya sebagaimana program Politik Cerdas Berintegritas yang digagas KPK. Sekadar informasi, Program Politik Cerdas Berintegritas merupakan program yang digagas KPK dari lini pencegahan untuk seluruh partai politik nasional maupun daerah guna membangun komitmen bersama jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Baca Juga: Dua Menteri Dijerat KPK, Nasdem Tetap Dukung Jokowi hingga Jabatan Berakhir
Sementara itu, Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni membantah adanya dugaan aliran dana untuk kepentingan partainya dari hasil tindak pidana korupsi SYL, yang merupakan salah satu kader partai tersebut. Pada konferensi pers, Sabtu (14/10/2023), Wakil Ketua Komisi III itu bahkan mempertimbangkan melakukan somasi kepada Wakil Ketua KPK Alexander Marwata yang membacakan konstruksi perkara kasus Kementan. "Kami sudah rugi di hadapan publik seolah-olah partai kami adalah partai korupsi, yang diduga disebutkan pimpinan KPK Alex Marwata," kata Sahroni, Sabtu (14/10/2023).
Adapun sebelumnya Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut dugaan sejauh ini ada aliran uang sebagaimana perintah SYL untuk kepentingan Partai NasDem. Seperti diketahui, SYL merupakan kader dari partai tersebut. "Selain itu sejauh ini ditemukan juga aliran penggunaan uang sebagaimana perintah SYL yang ditujukan untuk kepentingan Partai Nasdem dengan nilai miliaran rupiah dan KPK akan terus mendalami," terangnya pada konferensi pers, Jumat (13/10/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah luncurkan SPHP kedelai subsidi Rp2.000/kg untuk perajin tahu tempe. Kuota awal 250.000 ton dengan anggaran Rp500 miliar.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG prediksi cuaca DIY Jumat (17/7) cerah berawan. Waspada udara kabur di Sleman & Kulonprogo, suhu 20-32°C. Simak info lengkapnya di sini.
Orang tua kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk penggunaan media sosial serta potensi gangguan kesehatan mental
udaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital