Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 82 Pekerja

Sunartono
Sunartono Sabtu, 23 Mei 2026 13:17 WIB
Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 82 Pekerja

Ilustrasi tambang - Freepik

Harianjogja.com, BEIJING—Korban tewas akibat ledakan gas di tambang batu bara Provinsi Shanxi, China utara, terus bertambah. Hingga Sabtu (23/5/2026), sedikitnya 82 pekerja dilaporkan meninggal dunia, sementara sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam insiden tambang mematikan tersebut.

Ledakan gas terjadi pada Jumat malam di tambang batu bara Liushenyu yang berada di wilayah Qinyuan, Provinsi Shanxi. Saat kejadian berlangsung, sebanyak 247 pekerja diketahui sedang berada di bawah tanah untuk menjalankan aktivitas penambangan.

Media pemerintah China, Xinhua, melaporkan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung hingga kini. Otoritas setempat juga masih menyelidiki penyebab ledakan tambang batu bara yang disebut menjadi salah satu kecelakaan tambang paling mematikan di China dalam satu dekade terakhir.

Presiden China, Xi Jinping, memerintahkan seluruh pihak terkait untuk mengerahkan upaya maksimal dalam menangani korban luka serta mempercepat operasi penyelamatan terhadap pekerja yang masih hilang.

Ia juga meminta dilakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan serta penegakan akuntabilitas secara ketat sesuai hukum yang berlaku.

“spare no effort” (mengerahkan segala upaya).

Perdana Menteri China, Li Qiang, turut meminta penyampaian informasi yang cepat dan akurat kepada publik. Selain itu, pemerintah pusat menekankan pentingnya pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang dianggap lalai dalam insiden tersebut.

Pemerintah daerah Qinyuan melalui otoritas manajemen darurat menyebut proses evakuasi dan penyelamatan masih dilakukan di area tambang. Hingga kini, penyebab pasti ledakan gas tambang batu bara tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif.

Salah Satu Kecelakaan Tambang Terburuk di China

China dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya telah berhasil menekan angka kematian di tambang batu bara melalui penguatan regulasi keselamatan kerja dan penerapan standar operasional yang lebih ketat. Sebagian besar kecelakaan tambang sebelumnya dipicu ledakan gas maupun banjir di area pertambangan bawah tanah.

Meski demikian, ledakan tambang Liushenyu di Shanxi kini tercatat sebagai salah satu insiden tambang paling mematikan di China dalam kurun satu dekade terakhir.

Xinhua melaporkan sejumlah eksekutif perusahaan yang mengelola tambang tersebut telah ditahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, laporan awal hanya menyebut delapan pekerja meninggal dunia dan lebih dari 200 orang berhasil dievakuasi dengan selamat. Namun, otoritas belum menjelaskan secara rinci penyebab lonjakan tajam jumlah korban tewas dalam perkembangan terbaru kasus ledakan tambang batu bara di China tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online