Pelaku Bom Molotov Ditangkap, Polisi Pastikan Surabaya Kondusif
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
Presiden Rusia Vladimir Putin./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Israel selama ini telah merebut tanah milik Palestina yang sebagian besar ditempuh dengan kekuatan militer.
Putin mengatakan konflik yang saat ini terjadi antara Israel dan Palestina serta sudah berlangsung dalam puluhan tahun terakhir ini adalah manifestasi ketidakadilan.
Dia menjelaskan gagasan awal untuk Israel dan Palestina adalah mendirikan dua negara berdaulat yang merdeka, tapi keputusan tersebut hanya dilaksanakan sebagian.
BACA JUGA: Rudal Israel Hantam Bandara Damaskus dan Aleppo Suriah
Di saat Israel telah berdiri sebagai negara berdaulat, Palestina sebagai negara yang berdaulat dan merdeka tidak pernah terbentuk, kata dia. Putin menyatakan Israel telah merebut tanah milik Palestina.
"Selain itu, sebagian tanah yang selama ini dianggap milik warga Palestina telah diduduki oleh Israel pada waktu dan cara yang berbeda-beda, tetapi sebagian besar, tentu saja, melalui kekuatan militer," kata Putin saat berbicara dalam forum Russian Energy Week di Moskow, Rabu, seperti dilaporkan laman Kremlin.
"Tapi apa masalahnya saat ini? Ada mekanisme resolusi, tetapi Amerika Serikat mengabaikannya selama beberapa tahun terakhir dengan memilih mengatur sendiri semuanya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
Myanmar mengakui 308.975 pengungsi Rohingya di Bangladesh sebagai mantan penduduk Rakhine dan siap menerima mereka saat kondisi aman.
BNPB mencatat 54 orang meninggal akibat gempa M7,7 di Flores, NTT. Pendataan kerusakan dan korban luka masih terus dilakukan.
Kopdes Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi bertahap pada September 2026. Jumlahnya berpotensi melampaui 10.000 unit.
Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dipercaya menjadi Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka.
SBY menilai target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 ambisius tetapi masih bisa dicapai dengan kebijakan yang konsisten.