Advertisement
Tak Hanya Ganggu Pernapasan, Polusi Bikin Luka Eksim Makin Parah
POLUSI JAKARTA HARI INI. Suasana Monumen Nasional (Monas) dan gedung bertingkat dengan diselimuti polusi udara di Jakarta, Minggu (27/8/2023). JIBI/Bisnis - Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Belakangan ramai di media sosial, warga yang tinggal di Jabodetabek mengalami kondisi kulit meradang, dicurigai karena paparan dari polusi udara
Nyatanya, polusi yang belakangan ini begitu meresahkan masyarakat, tidak hanya menyerang dan menyebabkan penyakit di saluran pernapasan, tapi juga di anggota tubuh yang lain, salah satunya kulit.
Advertisement
Salah satu akun di Instagram yang menyampaikan keluhannya adalah @amadeus_pribowo yang menceritakan bahwa eksim yang dideritanya sudah tak pernah kambuh dalam 10 tahun terakhir.
Namun, setelah beberapa bulan kembali tinggal di Jakarta, dia merasakan gatal di bagian leher, tempat eksimnya kambuh.
Awalnya dia mengira eksim yang kambuh karena cuaca panas. Kemudian, ketika berkunjung ke Malaysia selama beberapa hari dan terpapar panas dia mendapati eksimnya tidak kambuh, dan baru kembali kambuh ketika kembali ke Jakarta.
Polusi Udara Menyerang Kekebalan Kulit
Mengutip jurnal yang terbit di Journal of European Academy of Dermatology & Venereology pada 2017 lalu menyebutkan bahwa ada kaitannya terpapar polusi dengan kambuhnya penyakit kulit seperti eksim.
Penelitian dari Jepang itu menyebutkan bahwa polutan dalam asap kendaraan yang masuk ke kulit bisa mempengaruhi DNA sel kulit sehingga membuatnya lebih sensitif dan terasa gatal jika memiliki gejala eksim.
Namun, rasa gatal itu digaruk, maka akan menyebabkan kulit semakin rentan terhadap polutan. Saat tingkat polusi sedang tinggi, frekuensi munculnya eksim atau dermatitis atopik biasanya akan meningkat dan menjadi lebih berat.
Eksim sendiri merupakan kondisi di mana kulit mengalami peradangan karena kekeringan dan kekurangan lapisan-lapisan minyak yang melindungi permukaan kulit.
Kondisi ini memungkinkan berbagai alergen dan polutan dari lingkungan bisa lebih mudah menyerang kulit menyebabkan eksim meradang.
Salah satu penyebab eksim adalah faktor genetik. Adapun, eksim banyak diderita terutama oleh bayi baru lahir dan anak balita, tapi eksim yang dialami bisa saja berlanjut sampai usia dewasa.
Penelitian yang dilakukan di Guangzhou juga menyebutkan adanya hubungan antara zat polutan dengan kejadian eksim di rumah sakit. Ditemukan bahwa anak-anak 30 persen lebih sensitif terhadaap eksim karena paparan polusi udara.
Cara Mencegah Eksim Meradang
Meskipun belum ada obat yang ampuh untuk menyembhkan eksim, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar eksim tidak kambuh atau semakin meradang
- Jangan menggaruk eksim yang gatal. Menggaruk eksim bisa menyebabkan permukaan kulit semakin rusak dan membuatnya tidak bisa lagi melindungi daari alergen dan polutan yang masuk ke dalam kulit.
- Memastikan kulit tetap bersih dan lembap dengan menggunakan produk pelembap kulit dan banyak minum air putih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- PP Tunas Berlaku, Ombudsman Tekankan Literasi & Perlindungan Anak
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Rusia Stop Ekspor BBM, Harga Pertalite RI Terancam?
- 144 Penyakit Ditanggung BPJS, Ini Daftar Lengkapnya
- Puncak Arus Balik, Penumpang YIA Tembus 17 Ribu
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
- Anggaran Bantul Dipangkas, Program Prioritas Jadi Fokus
- Haji 2026 Sleman Aman, 1.650 Jemaah Siap Berangkat
Advertisement
Advertisement








