BGN Tetap Targetkan 72,46 Juta Penerima MBG Meski Anggaran Dipangkas
Anggaran Banper MBG 2027 dipangkas Rp30 triliun menjadi Rp232,5 triliun. BGN tetap menargetkan 72,46 juta penerima manfaat.
POLUSI JAKARTA HARI INI. Suasana Monumen Nasional (Monas) dan gedung bertingkat dengan diselimuti polusi udara di Jakarta, Minggu (27/8/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA—Belakangan ramai di media sosial, warga yang tinggal di Jabodetabek mengalami kondisi kulit meradang, dicurigai karena paparan dari polusi udara
Nyatanya, polusi yang belakangan ini begitu meresahkan masyarakat, tidak hanya menyerang dan menyebabkan penyakit di saluran pernapasan, tapi juga di anggota tubuh yang lain, salah satunya kulit.
Salah satu akun di Instagram yang menyampaikan keluhannya adalah @amadeus_pribowo yang menceritakan bahwa eksim yang dideritanya sudah tak pernah kambuh dalam 10 tahun terakhir.
Namun, setelah beberapa bulan kembali tinggal di Jakarta, dia merasakan gatal di bagian leher, tempat eksimnya kambuh.
Awalnya dia mengira eksim yang kambuh karena cuaca panas. Kemudian, ketika berkunjung ke Malaysia selama beberapa hari dan terpapar panas dia mendapati eksimnya tidak kambuh, dan baru kembali kambuh ketika kembali ke Jakarta.
Mengutip jurnal yang terbit di Journal of European Academy of Dermatology & Venereology pada 2017 lalu menyebutkan bahwa ada kaitannya terpapar polusi dengan kambuhnya penyakit kulit seperti eksim.
Penelitian dari Jepang itu menyebutkan bahwa polutan dalam asap kendaraan yang masuk ke kulit bisa mempengaruhi DNA sel kulit sehingga membuatnya lebih sensitif dan terasa gatal jika memiliki gejala eksim.
Namun, rasa gatal itu digaruk, maka akan menyebabkan kulit semakin rentan terhadap polutan. Saat tingkat polusi sedang tinggi, frekuensi munculnya eksim atau dermatitis atopik biasanya akan meningkat dan menjadi lebih berat.
Eksim sendiri merupakan kondisi di mana kulit mengalami peradangan karena kekeringan dan kekurangan lapisan-lapisan minyak yang melindungi permukaan kulit.
Kondisi ini memungkinkan berbagai alergen dan polutan dari lingkungan bisa lebih mudah menyerang kulit menyebabkan eksim meradang.
Salah satu penyebab eksim adalah faktor genetik. Adapun, eksim banyak diderita terutama oleh bayi baru lahir dan anak balita, tapi eksim yang dialami bisa saja berlanjut sampai usia dewasa.
Penelitian yang dilakukan di Guangzhou juga menyebutkan adanya hubungan antara zat polutan dengan kejadian eksim di rumah sakit. Ditemukan bahwa anak-anak 30 persen lebih sensitif terhadaap eksim karena paparan polusi udara.
Meskipun belum ada obat yang ampuh untuk menyembhkan eksim, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar eksim tidak kambuh atau semakin meradang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Anggaran Banper MBG 2027 dipangkas Rp30 triliun menjadi Rp232,5 triliun. BGN tetap menargetkan 72,46 juta penerima manfaat.
Pemerintah menyiapkan SPP TDLN untuk memungut PPN transaksi digital luar negeri. Sistem tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.