Advertisement
Menkop UKM Minta E-Commerce Empati ke UMKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memukul gong sebagai tanda dibukanya kegiatan Kolaborasi untuk KoperasiKeren dan UMKMNaikKelas di Sleman dan sekitarnya sebagai penyangga wisata Borobudur di Hotel Grand Tjokro, Sleman, Senin (24/2). - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKMK) Teten Masduki minta e-commerce termasuk TikTok Shop agar berempati dengan kondisi pelaku UMKM saat ini.
Menurut Teten, saat ini pelaku UMKM tengah lumpuh akibat serbuan produk impor yang sangat murah. "Saya kira mereka juga harus punya kepedulian, empati, dan mendukung UMKM kita," ujar Teten saat ditemui di Kantor Kemenkop UKM, Kamis (14/9/2023).
Advertisement
Teten menjelaskan bahwa muncul dilematisme tersendiri ihwal keberadaan produk impor terhadap nasib para UMKM produsen atau para penjual dan influencer di platform online.
Bagi reseller maupun influencer tentunya menjual produk impor yang harganya terlalu murah di platform e-commerce menjadi keuntungan, di sisi lain pelaku UMKM berhenti produksi karena produk mereka tidak bisa bersaing.
"Jadi ini soal dilema kan, dilema menjadi pemerintah," ucap Teten.
Padahal, Teten menyebut bahwa 97 persen lapangan pekerjaan saat ini disediakan oleh sektor UMKM. Apabila UMKM berhenti berproduksi lantaran digempur produk impor, maka dikhawatirkan bakal mendongkrak jumlah pengangguran hingga menurunkan daya beli masyarakat.
Di sisi lain, infrastruktur internet yang telah dibangun pemerintah seharusnya menjadi modal untuk mendukung produk UMKM di pasar digital. Alih-alih justru dimanfaatkan platform untuk menggenjot penjualan lewat produk impor yang harganya jauh lebih murah dari produk lokal.
BACA JUGA: 60 Pelaku UMKM DIY dan Jateng Diberi Pelatihan Perdagangan Ekspor
"Jadi jangan dibenturkan juga antara seller dengan UMKM yang produksi. Kami sudah panggil itu yang para reseller di TikTok, mereka bilang [produk lokal] sudah enggak bisa bersaing," katanya.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, Rabu (13/9/2023), Live Streaming atau pemasaran secara langsung di e-commerce dan social commerce termasuk TikTok Shop telah berdampak pada penjualan pedagang di Tanah Abang.
Dalam akun TikTok @boutiq_jakarta, diceritakan Pasar Tanah Abang makin sepi pembeli karena orang lebih memilih berbelanja di platform digital. Pedagang mengungkapkan bahwa pasokan barang terus berdatangan, tapi jumlah pembelian terus berkurang setiap harinya.
Para pedagang pun kini berusaha mengikuti cara penjualan para artis di platform e-commerce menggunakan live shopping atau live streaming. Namun, upaya tersebut ternyata tetap berujung nihil. Menurut mereka, hal yang dirasakan para artis saat berjualan live streaming di platform e-commerce tidak berlaku sama dengan mereka.
Oleh karena itu, mereka pun berharap agar pemerintah, terutama Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk lebih memerhatikan nasib para pedagang, terutama para pedagang UMKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Serangan AS-Israel ke Iran, 4 Penerbangan Internasional Bali Tertunda
- Adipura 2025 Nihil, Pengelolaan Sampah Dinilai Belum Layak
- AKBP Didik Terima Uang Keamanan dari Bandar Narkoba Koko Erwin
- Bentrok Pakistan-Afghanistan Memanas, PBB Serukan Jalur Diplomasi
- Pengamat Dorong THR Dibayar H-14, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Tak Menentu, Gabah Petani Gunungkidul Dijemur di Dalam Rumah
- Jadwal SIM Keliling Bantul 28 Februari 2026, Cek Lokasi dan Jamnya
- TPID Pastikan Stok Pangan Kota Jogja Aman Selama Ramadan
- KPK Bongkar Modus Safe House Kasus Suap Bea Cukai
- Jadwal SIM Keliling Jogja 28 Februari 2026, Malam di Alun-Alun Kidul
- Barahmus DIY Targetkan Museum Rempah dan Keris Bergabung di 2026
- Jadwal KA Bandara YIA 28 Februari 2026, Lengkap
Advertisement
Advertisement









