Polisi Ungkap Kronologi Aksi Bakar Ban di Pancoran, Kini Kondusif
Aksi bakar ban di Pancoran sempat ganggu lalu lintas. Polisi memastikan situasi kini aman dan arus kendaraan kembali normal.
Foto ilustrasi mendaki gunung, dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, MANADO—Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Soputan di Sulawesi Utara. Hingga akhir Mei 2026, gunung api tersebut masih berstatus Level II atau Waspada dengan sejumlah rekomendasi yang harus dipatuhi guna menghindari potensi bahaya erupsi.
Salah satu imbauan utama yang disampaikan adalah larangan beraktivitas di area dekat kawah. Masyarakat diminta tidak memasuki maupun melakukan kegiatan dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Gunung Soputan karena masih terdapat potensi ancaman vulkanik.
Pelaksana Tugas Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa hasil analisis dan evaluasi menyeluruh hingga 31 Mei 2026 menunjukkan tingkat aktivitas Gunung Soputan tetap berada pada Level II (Waspada).
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Mei 2026, tingkat aktivitas Gunung Soputan tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini," kata Lana Saria dalam evaluasi Gunung Soputan yang diterima di Manado, Sabtu.
Selain menjauhi kawasan puncak, Badan Geologi juga meminta warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar Gunung Soputan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi hujan abu vulkanik akibat erupsi.
Aktivitas Gempa Masih Didominasi Gempa Tektonik
Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan pada periode 16-31 Mei 2026, aktivitas Gunung Soputan didominasi gempa tektonik jauh. Seismograf mencatat 11 kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, serta 104 kali gempa tektonik jauh selama periode pengamatan tersebut.
Sementara dari hasil pengamatan visual, petugas tidak mencatat adanya guguran material dari puncak gunung. Asap kawah teramati dengan ketinggian maksimum sekitar 30 meter dari puncak.
Secara instrumental, aktivitas seismik Gunung Soputan masih menunjukkan dominasi gempa tektonik. Tingginya aktivitas kegempaan tersebut belum diikuti dengan indikasi migrasi magma menuju permukaan.
Badan Geologi juga menyebutkan bahwa hasil pemantauan deformasi tidak menunjukkan perubahan signifikan pada tekanan di bawah tubuh Gunung Soputan. Kondisi ini mengindikasikan belum adanya peningkatan aktivitas magmatik yang mengarah pada erupsi dalam waktu dekat.
Potensi Lontaran Lava hingga Lahar Tetap Diwaspadai
Meski belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas magma ke permukaan, potensi bahaya Gunung Soputan masih perlu diwaspadai. Ancaman yang dapat terjadi meliputi lontaran material pijar, aliran lava, guguran lava, maupun awan panas piroklastik apabila aktivitas vulkanik meningkat.
Potensi bahaya tersebut dinilai masih relevan mengingat aktivitas gempa tektonik di sekitar Gunung Soputan relatif tinggi selama periode pengamatan terakhir.
Selain bahaya primer akibat erupsi, Badan Geologi juga mengingatkan adanya potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar. Material vulkanik yang terbawa aliran air hujan dapat mengalir melalui sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Soputan sehingga masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya lahar apabila erupsi terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Aksi bakar ban di Pancoran sempat ganggu lalu lintas. Polisi memastikan situasi kini aman dan arus kendaraan kembali normal.
DPRD Temanggung menyoroti pengaruh media sosial terhadap anak dan pelajar serta mendorong pengawasan keluarga dan sekolah diperkuat.
Delapan ruang kelas SMA Negeri 1 Cepu mengalami kebocoran. Siswa terpaksa berpindah tempat duduk saat hujan demi menghindari tetesan air.
Hasil Piala Dunia 2026: Amerika Serikat menang telak 4-1 atas Paraguay dan langsung memimpin klasemen sementara Grup D.
Harimau sumatra terekam kamera jebak di Hutan Harapan Jambi-Sumsel. Tim konservasi masih meneliti identitas dan populasi satwa langka tersebut.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp74.550 per kg, sementara telur ayam ras Rp30.100 per kg berdasarkan data terbaru PIHPS Bank Indonesia.