Jaringan Kereta Api Nasional Ditarget Tembus 10.524 Km

Newswire
Newswire Sabtu, 13 Juni 2026 06:57 WIB
Jaringan Kereta Api Nasional Ditarget Tembus 10.524 Km

KA Angkutan Barang. - dok istimewa Daop 6

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional sebagai strategi memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia. Target yang dipasang cukup ambisius, yakni memperluas jaringan perkeretaapian aktif hingga mencapai 10.524 kilometer dalam beberapa tahun mendatang.

Rencana pengembangan tersebut menjadi bagian dari agenda besar pembangunan transportasi nasional yang saat ini terus didorong Kementerian Perhubungan. Selain memperluas jangkauan layanan, pemerintah juga menyiapkan berbagai proyek strategis di sejumlah pulau untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga pengembangan kawasan ekonomi baru.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan percepatan pembangunan jaringan rel sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor perkeretaapian sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat modern dan negara maju.

"Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi masyarakat modern dan salah satu ciri negara maju," kata Menhub dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut Dudy, pengembangan jaringan kereta api nasional tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat sistem logistik nasional melalui layanan transportasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya distribusi barang serta mengurangi ketergantungan pada transportasi jalan raya.

Ia menegaskan pembangunan perkeretaapian bukan semata proyek infrastruktur, melainkan instrumen untuk membuka akses ekonomi baru, memperluas konektivitas wilayah, dan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui biaya logistik yang lebih efisien.

Jumlah Penumpang Kereta Terus Meningkat

Kementerian Perhubungan mencatat penggunaan moda transportasi berbasis rel terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah penumpang kereta api mencapai hampir 550 juta orang atau meningkat 8,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 500,5 juta penumpang.

"Peningkatan ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel," ucap Menhub.

Saat ini, panjang jaringan kereta api aktif nasional telah mencapai 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Ke depan, pemerintah menargetkan panjang jaringan tersebut meningkat menjadi 10.524 kilometer, termasuk pengembangan jaringan perkeretaapian perkotaan yang menjadi penopang utama mobilitas masyarakat.

Fokus Pengembangan Disesuaikan Karakter Wilayah

Pemerintah menyiapkan strategi berbeda untuk setiap wilayah. Di Sumatera, pembangunan jaringan kereta api diarahkan guna mendukung angkutan barang sekaligus mobilitas masyarakat. Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, pengembangan rel difokuskan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan dan menunjang aktivitas ekonomi daerah.

Beberapa proyek strategis yang saat ini terus didorong antara lain pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare, serta pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai daerah.

Di Pulau Jawa, pengembangan tidak hanya berfokus pada perluasan jaringan, tetapi juga peningkatan kapasitas layanan perkotaan, elektrifikasi jalur, hingga pengembangan kereta semi cepat dan kereta cepat untuk meningkatkan efisiensi perjalanan antarkota.

Kereta Logistik dan Kereta Wisata Jadi Prioritas

Dudy mengungkapkan sejumlah program pengembangan perkeretaapian telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (11/6/2026), termasuk pengembangan kereta logistik, kereta wisata, dan perluasan jaringan rel di Pulau Sumatera.

Kereta logistik diproyeksikan menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang sekaligus mengurangi beban lalu lintas angkutan jalan. Adapun pengembangan kereta wisata diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi baru dan mendukung sektor pariwisata di berbagai daerah.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga melaporkan program pelayanan gerbong kereta yang diperuntukkan bagi petani dan pedagang di sejumlah wilayah Indonesia.

"Program ini sudah berjalan dan disambut dengan baik oleh masyarakat, pelayanan gerbong ini dihadirkan di Lebak, Garut, Cilacap, Jogya, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi," jelas Menhub.

Menurut Dudy, penguatan jaringan kereta api nasional akan mempercepat pemerataan pembangunan karena mampu menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, sentra pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata. Dengan konektivitas yang semakin baik, masyarakat diharapkan memperoleh akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau.

Untuk mempercepat realisasi target tersebut, pemerintah juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan jaringan kereta api nasional tetap akan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama, seiring upaya menjadikan perkeretaapian sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik Indonesia.

"Kehadiran jaringan rel yang semakin luas diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan terhubung," kata Dudy.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online