APBN untuk Utang Whoosh Rp1,2 Triliun, Menkeu Belum Tahu
Rencana APBN bayar utang Whoosh Rp1,2 triliun per tahun belum diketahui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan RAPBN dan Nota Keuangan 2024 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Jakarta, Rabu (16/8/2023). Dok Youtube Kemenkeu RI.
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti Kementerian Pertahanan, yang dipimpin Prabowo Subianto, khususnya untuk anggaran penegakan hukum serta pertahanan dan keamanan (hankam) yang telah mencapai Rp300 triliun sejak 2021.
Pada konferensi pers usai pidato pengantar Presiden tentang RAPBN 2024 dan Nota Keuangan hari ini, Sri Mulyani menyoroti anggaran hukum dan hankam yang sudah mencapai Rp300 triliun sejak dua tahun yang lalu, utamanya terkait dengan pengadaan alutsista dan kendaran tempur.
"Kalau kita lihat ini sudah Rp300 triliun berturut-turut selama tahun 2021 hingga sekarang, terutama untuk mendukung alutsista dan pengadaan kendaraan tempur, dan untuk pemeliharaan dan perawatan berbagai alutsista yang sudah dibeli," terangnya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Jakarta, Rabu (16/8/2023).
Adapun, pemerintah tahun ini menetapkan anggaran hukum dan hankam sebesar Rp324,1 triliun. Nilai anggaran tersebut tumbuh 2,3 persen dari tahun sebelumnya.
Anggaran hukum dan hankam 2024, terang Sri Mulyani nantinya akan dialokasikan untuk pengadaan alutsista/almatsus/alpalhankam; pemeliharaan dan perawatannya; serta pengamanan Pemilu 2024 dan IKN berikut kegiatan operasional hukum dan hankam.
Secara terperinci, anggaran modernisasi alutsista yakni bakal digelontorkan untuk pengadaan atau penggantian pesawat udara, pengadaan/pengantian kendaraan tempur, dukungan pengadaan alutsista, serta pemiliharaan dan perawatan KRI, KAL, alpung, dan ranpur/rantis matra laut.
Salah satu pos anggaran hukum dan hankam untuk tahun depan, terang Sri Mulyani, yakni berfokus untuk persiapan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan Pemilu 2024 merupakan di antara kebijakan APBN tahun depan bersama dengan program pengentasan kemiskinan dan lain-lain.
"Tahun 2024 kita juga cadangkan untuk pelaksanaan Pemilu. Itu Pemilu dari Pilpres, Pileg, dan berbagai dinamika yang diantisipasi," terangnya.
Mantan Pejabat Bank Dunia itu juga menjelaskan bahwa dalam tahapan Pemilu, maka pemerintah turut mendukung Polri dari sisi anggaran guna fungsi pengamanan selama tahapan kontestasi politik.
"Tahun depan juga tahun Pemilu oleh karena itu berbagai belanja untuk mendukung tugas kepolisian dan juga mengingatkan kemampuan pertahanan dan keamanan Indonesia terus kita dukung dengan alokasi Rp324,1 triliun," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa tugas lembaganya yakni untuk mengawal seluruh kebijakan pemerintah agar bisa berjalan secara maksimal.
Termasuk Pemilu, Polri juga harus mengawal agenda keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtimbas) sepanjang 2024.
Sigit juga menyinggung bahwa anggaran yang digelontorkan oleh negara itu digunakan untuk penanganan eskalasi situasi keamanan di Indonesia Timur.
"Juga beberapa kegiatan internasional tentunya juga harus kami masukkan, dan juga kalender kamtibmas harian khususnya terkait dengan kegiatan di wilayah Indonesia Timur dan eskalasinya harus kami jaga," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Rencana APBN bayar utang Whoosh Rp1,2 triliun per tahun belum diketahui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Cek daftar rute dan tarif Trans Jogja 2026 lengkap dengan sistem pembayaran digital dan jalur menuju titik strategis di DIY.
Tiket Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik di FIFA Match Day Juni 2026 resmi dijual mulai Rp300 ribu melalui Livin by Mandiri.
Real Madrid resmi berpisah dengan David Alaba akhir musim 2025/2026 setelah sang bek mempersembahkan 11 gelar juara bersama Los Blancos.
SIM keliling Sleman 23 Mei 2026 hadir di Sleman City Hall malam hari untuk perpanjangan SIM A dan C.
Program ketahanan pangan Bantul berbasis Dana Desa mulai berkembang, namun kapasitas BUMKal masih menjadi tantangan utama.