Jadwal Lokasi SIM Keliling Sabtu Malam Minggu Kota Jogja
Jadwal SIM Keliling Jogja Sabtu 29 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Penampilan wayang orang dalam serial film Nyantrik. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan serial film Nyantrik. Film yang diperankan oleh aktor dari generasi milenial ini diharapkan dapat menanamkan nilai budaya pada anak muda.
Film Nyantrik ini disutradarai oleh Lasja F. Susatyo. Diperankan oleh sejumlah aktris dan aktor muda di antaranya, Clara Bernadeth, Kelly Tandiono, Samo Rafael, Karina Salim, Ravil Prasetya, Omara Esteghlal, Tatyana Akman, Daniel Adnan dan Cindy Nirmala.
BACA JUGA : Kuatkan Bantul sebagai Kota Kreatif, 10.000 Pelajar Bawakan Tari Salawat Montro
Mereka mendalami seni peran lakon Mahabarata dari para maestro seperti Kenthus Ampiranto dari Wayang Orang Bharata Jakarta, Ali Marsudi dari Wayang Orang RRI Surakarta, Wasi Bantolo pengajar ISI Surakarta, Agus Prasetyo dari Wayang Orang Sriwedari Surakarta.
“Film Nyantrik ini telah kami luncurkan di Gedung Kesenian Ki Narto Sabdo, Kota Semarang pada Senin. Film ini diharapkan menjadi jembatan ketika yang muda belajar dari panggung wayang orang. Serial akan tayang di kanal budaya Indosiana.tv,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dalam rilis yang diterima, Selasa (8/8/2023).
Hilmar menambahkan film ini menjadi program kolaborasi antara perwakilan generasi muda dengan para maestro wayang orang. Selama proses pembuatan, prinsip-prinsip inti dari nyantrik sangat ditekankan. Sejalan dengan kata nyantrik berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti berguru atau belajar.
“Sesuai dengan filosofi nyantrik, para cantrik [murid] dilatih bukan hanya untuk melihat dan meniru apa yang dipertunjukan oleh mentornya, tetapi juga untuk memahami secara mendalam esensi dari apa yang mereka pelajari,” katanya.
BACA JUGA : Nguri-uri Budaya dalam Temu Alumni FK-KMK UGM Lewat Petunjukan Wayang Wong
Miniseri Nyantrik dibuat sebagai jawaban atas kegelisahan melihat kenyataan lebarnya jarak antara seni klasik tradisi dan generasi muda. Awal penciptaan Nyantrik ditujukan untuk menyampaikan muatan tradisi dalam bahasa hari ini.
“Fragmen-fragmen dalam epos Mahabrata dan Ramayana yang sarat akan nasihat bijak dibungkus dengan kemasan yang menarik dan menghibur dengan perpaduan teknologi visual, namun masih dalam sentuhan seni klasik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Sabtu 29 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Bareskrim Polri menelusuri dugaan TPPO WNI di Jeju yang viral di Instagram. Polri menyebut belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Retribusi Pantai Glagah segera diuji coba secara digital. Wisatawan bisa membayar dengan QRIS, kartu debit, kartu kredit, dan e-money.