Advertisement
Kemen-PUPR Siapkan Anggaran Penanganan Bencana Rp450 Miliar, Salah Satunya untuk Dampak El Nino
Ilustrasi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) menganggarkan biaya penanganan bencana senilai Rp450 miliar pada 2023.
Dirjen Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kemen-PUPR, Jarot Widyoko menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan terus disesuaikan seiring dengan adanya ancaman fenomena El Nino yang memicu kekeringan.
Advertisement
"Kami kan punya anggaran bencana. Nah, bencana itu bisa banjir maupun kekeringan. Kami akan manfaatkan dari situ, kalau masih kurang baru kami revisi," kata Jarot saat ditemui di sela-sela agenda Focus Group Discussion di Jakarta, Senin (7/8/2023).
Secara lebih terperinci, anggaran tersebut di antaranya telah digunakan untuk proses penanganan sejumlah peristiwa banjir hingga pengeboran pada 37 bendungan baru.
BACA JUGA: BPBD Kulonprogo Petakan Ruas Jalan Rawan Bencana
Adapun, saat ditanya mengenai berapa jumlah anggaran yang sudah disiapkan untuk menghadapi ancaman El Nino, Jarot menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memberikan informasi lanjutan karena belum dilakukan penghitungan untuk kepastian angkanya.
Hanya saja, Jarot menekankan, sebagai gambaran awal contoh upaya antisipasi dampak kekeringan akibat El Nino yang telah dilakukan pemerintah di antaranya yakni dengan melakukan operasi dan pemeliharaan pada 37 pengeboran bendungan baru angkanya diperkirakan berada kisaran Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar.
Sebelumnya, Kemen-PUPR mengaku telah melaksanakan sejumlah upaya struktural dan upaya non-struktural sebagai antisipasi dampak dari fenomena El Nino.
Sejumlah upaya struktural yang dilakukan di antaranya, pembangunan sebanyak 13 bendungan lanjutan di 2023. Proyek bendungan yang dimaksud yaitu Bendungan Cipanas, Bendungan Karian, Bendungan Sepaku Semoi, Bendungan Keureuto, Bendungan Rukoh, Bendungan Jlantah, Bendungan Tiu Suntuk, Bendungan Lausimeme, Bendungan Sidan, Bendungan Leuwikeris, Bendungan Temef, Bendungan Pamukkulu dan Bendungan Ameroro.
Di samping itu, PUPR juga melaporkan bahwa pihaknya akan melakukan revitalisasi dan pengelolaan 15 danau prioritas, pembangunan 37 sumur bor baru di 19 provinsi serta melakukan rehabilitasi pada 25 sumur bor eksisting di 11 provinsi.
Masih menjadi bagian upaya struktural menekan bencana kekeringan, PUPR mencatat pihaknya juga telah melakukan rehabilitasi sebesar 412.541,51 hektare (ha) jaringan irigasi.
Lebih lanjut, Jarot menjelaskan, Ditjen SDA juga telah melaksanakan operasi dan pemeliharaan 1.338 embung, 317 situ, 923 sungai, dan 3,01 juta ha daerah irigrasi.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
Advertisement
Dua Perahu Kandas Beruntun di Pantai Depok Bantul Empat Selamat
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Bantul Diperbolehkan Tidak Masuk Kantor
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Arus Balik di Jagorawi dan Jakarta -Cikampek, Ini Pengaturannya
- Harga BBM Tertekan Irlandia Siapkan Langkah Cepat
- Pasokan Solar untuk Petani Mulai Dibatasi di Inggris
- Tol Batang-Semarang Ramai Lancar, Rest Area Belum Padat
- Yaqut Kena GERD Akut, Status Tahanan KPK Sempat Berubah
Advertisement
Advertisement






