QRIS Tap Belum Bisa Digunakan untuk iPhone, Ini Penjelasannya
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
Pengamat politik Rocky Gerung saat memberikan paparan dalam diskusi yang bertajuk “Bonus Demografi dan Masa Depan Negeri” di Yokohama, Jumat. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)
Harianjogja.com, SOLO—Rocky Gerung dilaporkan oleh beberapa pihak ke Bareskrim Polri atas tudingan pelanggaran UU ITE, Penghinaan Presiden, hingga pencemaran nama baik.
Seperti sebelum-sebelumnya, Rocky dinilai selalu lolos dari jeratan hukum, padahal kerap dilaporkan karena kritikan pedas khususnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
BACA JUGA: Tanggapi Umpatan Rocky Gerung, Jokowi: Aah Itu Hal-hal Kecil..
Terbaru, laporan terhadap RG tersebut dialihkan menjadi aduan masyarakat (dumas) karena pernyataannya menghina Presiden Jokowi termasuk delik aduan.
Sebelum ini, Rocky juga banyak dilaporkan oleh sejumlah pihak karena kritik pedasnya. Beruntung, ia selalu lolos.
Beberapa waktu lalu, Rocky ditanya apakah ia memiliki backingan yang membuatnya selalu lolos dari laporan polisi.
"Bung Rocky ini, mengkritik sekeras apapun tapi kok bisa lolos terus. Jangan-jangan ada backingnya?" tanya Jurnalis Abdul Kohar dalam acara tanya jawab No Rocky No Party pada Juni 2023, yang dikutip dari Youtube Metro TV.
Pengamat politik ini pun langsung menjawab santai bahwa backingan yang ada dalam dirinya selama ini adalah faktor akademis.
"Ada backingnya akal sehat itu. Kan saya mengucapkan itu dengan dalil akademis. Sekarang itu ada 30 laporan, mungkin polisi juga...polisi panggil saya untuk kasus pernyataan Presiden Jokowi tidak paham Pancasila. Kalau dia paham, dia tidak berhutang kereta cepat pada China, misalnya itu saya ucapkan," jawab Rocky santai.
Saat itu menurut Rocky, Jokowi seharusnya tidak berutang karena yang menanggung beban adalah rakyat. Dan hal ini bertentangan dengan prinsip keadilan sosial.
"Jadi saya bilang, saya mulai dari asumsi dan kalau saya buktikan asumsi kasih akses kepada departemen yang saya kritik, kan meraka nggak mau kasih kan?" sindirnya.
Padahal, lanjut Rocky, apa yang dikatakannya itu memang tidak bersifat delik.
"Sehingga suatu waktu polisi pusing, memang ngak ada delik pak, yang saya kritik benar-benar policy kebijakan dengan basis akademis," jelas Rocky.
Dirinya pun menegaskan bahwa sebenarnya dirinya tidak anti Jokowi, namun ia lebih ingin mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak masuk akal. dan tidak anti kebijakan.
"Saya anti kebijakan jokowi yang tidak masuk akal. Lalu saya terangkan mana yang tidak masuk akal. Saya tidak pernah menghina presiden, kan itu intinya,"
Rocky kemudian menjelaskan bahwa selama ini laporan terhadap dirinya tidak ada delik. Sehingga dirinya memang tidak bisa dilaporkan.
"Kalau yang melaporkan itu otaknya ada, saya pastikena delik, tapi yang melaporkan itu otaknya dunggu. Ngapain?" pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
Pria asal Magelang yang hanyut di Sungai Progo ditemukan meninggal di Kalibawang, Kulonprogo setelah dua hari pencarian.
Motor sering brebet saat digas? Kenali delapan penyebab utamanya dan cara mudah mengatasinya agar mesin motor kembali bertenaga dan awet setiap hari.
Box office Korea Selatan, film zombie 'Colony' tembus 2 juta penonton hanya dalam 5 hari. Ini sinopsis dan daftar bintangnya.
Aksi pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Panggungharjo, Sewon, Bantul yang viral di media sosial menuai beragam tanggapan.
Cedera Mees Hilgers di FC Twente berujung perpanjangan kontrak hingga 2027 setelah sempat ingin hengkang dari klub Belanda tersebut.