Rupiah Menguat ke Rp17.992, Pencabutan Sanksi AS Jadi Pemicu
Rupiah menguat ke Rp17.992 per dolar AS setelah pencabutan sanksi dan tarif AS terkait Rusia, di tengah risiko konflik dan harga minyak.
Rostislav Zhuravlev, wartawan kantor berita RIA Rusia, berpose di lokasi yang tidak diketahui dalam foto yang dirilis pada 22 Juli 2023. (RIA Novosti/HO via REUTERS/as)
Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang wartawan perang asal Rusia tewas dan tiga lainnya terluka pada Sabtu (22/7/2023). Peristiwa ini menurut Kementerian Pertahanan Rusia, diduga akibat serangan Ukraina yang menggunakan bom tandan.
Rostislav Zhuravlev, wartawan kantor berita pemerintah Rusia RIA, dilaporkan meninggal dalam perjalanan ketika dievakuasi. Adapun tiga wartawan yang terluka telah dipindahkan dari lokasi serangan di Zaporizhzhia, Ukraina tenggara.
Kementerian itu tidak menunjukkan bukti bahwa Ukraina telah menggunakan bom tandan (cluster bomb) dalam serangan tersebut, dan Reuters tidak dapat mengecek kebenaran pernyataan itu.
Ukraina menerima bom tandan dari Amerika Serikat bulan ini dan berjanji menggunakannya hanya untuk memecah titik konsentrasi pasukan musuh.
Banyak negara melarang penggunaan senjata itu karena dapat menyebarkan bom-bom lebih kecil di wilayah yang luas dan membahayakan warga sipil.
Beberapa jenis bom tersebut terkadang gagal meledak setelah dijatuhkan, tetapi masih dapat meledak bertahun-tahun kemudian.
Wakil ketua majelis tinggi parlemen Rusia, Konstantin Kosachyov, menyebut penggunaan bom tandan “tidak manusiawi”. Dia menuntut Ukraina dan AS bertanggung jawab atas insiden itu.
Leonid Slutsky, seorang pemimpin partai di majelis rendah parlemen Rusia, menyebut peristiwa itu “kejahatan yang mengerikan”.
“Saya bertanya-tanya apa pendapat masyarakat AS tentang pemerintah mereka yang melanggar semua batasan moral dalam upaya yang sia-sia untuk menyelamatkan pemerintah Ukraina yang korup," kata Dmitry Polyanskiy, wakil perwakilan tetap Rusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di Twitter.
Komentar-komentar dari politisi Rusia itu mengabaikan fakta bahwa penggunaan bom tandan oleh Rusia dalam perang di Ukraina telah didokumentasikan oleh kelompok-kelompok HAM dan Dewan Keamanan PBB.
Human Rights Watch di AS pada Mei lalu mengatakan bahwa pasukan Rusia telah menggunakan senjata tersebut dalam serangan fatal yang menelan ratusan jiwa warga sipil dan merusak banyak rumah, rumah sakit, dan sekolah.
Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan pekan ini bahwa pasukan Ukraina menggunakan bom tandan secara tepat dan efektif melawan tentara Rusia.
Sebelumnya, Gubernur Belgorod, Rusia, pada Sabtu menuduh Ukraina telah meledakkan bom tandan di sebuah desa pada hari sebelumnya, tetapi tidak ada korban jiwa dan kerusakan yang dilaporkan akibat serangan tersebut.
Dia tidak memberikan bukti visual apa pun tentang tuduhannya itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah menguat ke Rp17.992 per dolar AS setelah pencabutan sanksi dan tarif AS terkait Rusia, di tengah risiko konflik dan harga minyak.
BP3MI Jawa Tengah mendorong peningkatan kompetensi calon pekerja migran melalui program SMK Go Global.
Polda DIY mengamankan sejumlah demonstran saat aksi di DPRD DIY pada Selasa (20/10/2026). Polisi menyebut terjadi pelemparan batu dan petasan.
KMP Batumandi terbakar saat hendak sandar di Pelabuhan Merak, Banten. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi, tanpa laporan korban jiwa.
Penjualan mobil LCGC turun 11% pada Januari–September 2026, meski pasar otomotif nasional tumbuh. Daya beli dan bunga kredit menjadi sorotan.
Kemenkeu memastikan anggaran penanganan bencana melalui BNPB tidak dipangkas, dengan pagu Rp2,23 triliun dan Dana Siap Pakai Rp750 miliar.