Advertisement
Daftar Pekerjaan Tidak Bisa Digantikan oleh AI
Kecerdasan buatan. - Youtube
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Sejumlah pekerjaan diperkirakan tidak akan tergantikan oleh kehadiran artificial intelligence (AI).
Baru-baru ini, riset menunjukkan sekitar 27 persen pekerjaan manusia akan tergantikan dengan kecerdasan buatan atau AI. Laporan dari Organisasi Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) bahkan mengungkapkan bahwa prediksi ini masih dalam tahap awal, yang mana dampaknya masih bisa lebih parah.
Advertisement
Kendati demikian, dikutip dari Fast Company, masih ada beberapa pekerjaan yang dapat bertahan dan tidak dapat digantikan oleh AI.
1. Pekerja Kreatif
Salah satu bidang yang disebut-sebut akan masuk zona aman atau tidak dapat tergantikan oleh kecerdasan buatan adalah para pekerja kreatif, seperti artis, penyanyi, dan musisi. Pasalnya, mereka harus menggunakan pengalaman hidup, emosi, dan kreatifitas mereka untuk menghidupkan sesuatu. Hal inilah yang belum dimiliki oleh kecerdasan buatan.
2. Penanggungjawab Pemeliharaan
Saat menjalankan suatu produksi, masalah menjadi sesuatu yang tidak dapat terhindarkan. Kecerdasan buatan yang canggih pun juga masih memiliki potensi untuk melakukan kesalahan.
Oleh karena itu, peran penanggungjawab pemeliharaan menjadi sangat krusial dan tidak dapat tergantikan dengan kecerdasan buatan secanggih apapun. Kepala Produk People First, Mark William mengatakan meski mesin memiliki kemampuan untuk membuat hal dengan lebih cepat, tetapi mereka tidak memiliki analitik dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah produksi.
3. Penata Rambut
Dulu, sudah pernah ada upaya untuk membuat mesin pemotong rambut. Namun, mesin tersebut tidak dapat memotong secara optimal, apalagi untuk sejumlah potongan baru ataupun rambut-rambut yang butuh perlakukan khusus. Selain itu, penata rambut dengan orang akan jauh lebih aman dibandingkan pemotong rambut robot.
4. Terapis dan Pekerja Sosial
Terapis atau pekerjaan yang dapat membantu orang dalam menyembuhkan pikiran tidak akan dapat digantikan oleh robot. Pasalnya, tindakan ini hanya dapat dilakukan melalui interaksi manusia yang nyata, yang mana salah satu pihak dapat benar-benar berempati, memahami, dan menawarkan saran berdasarkan pengalaman bersama, bukan hanya dengan logika berbasis data.
5. Guru
Peran pahlawan tanpa tanda jasa ini tidak akan tergantikan oleh robot. Memang perlu diakui bahwa sekarang sudah ada banyak video berbasis edukasi. Namun, perlu diakui bahwa keterampilan bersosialisasi, empati, dan pemahaman yang ada di guru sangat diperlukan untuk menciptakan generasi muda yang berpengetahuan luas dan percaya diri secara emosional.
6. Petugas Kesehatan
Dokter dan perawat juga masuk ke salah satu pekerjaan yang tidak dapat digantikan oleh robot. Pasalnya, profesi jasa yang satu ini dapat memberikan perawatan yang lebih baik. Selain itu, jasa yang diberikan dokter dan perawat akan membuat pasien merasa lebih dipahami, karena sesama manusia.
7. Pengasuh
Walaupun memang sudah ada robot yang diprogram untuk menjadi pengasuh bayi ataupun orangtua, tetapi peran pengasuh manusia tidak akan tergantikan. Pasalnya, orang-orang terutama lansia pastinya ingin diperhatikan oleh orang lain. Adapun biasanya orangtua membutuhkan pengasuh bukan karena mereka tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari seorang diri, melainkan karena mereka kesepian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa M4,9 Guncang Tuban, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement
Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang
Advertisement
Berita Populer
- Prof. Susanto: Karier Remaja Harus Disiapkan Sejak Usia 15 Tahun
- Kemenhub Ramp Check 104 Ribu Kendaraan Selama Libur Nataru
- Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit dan Telur Masih Tinggi
- Fondasi Jembatan di Jumantono Longsor, Akses Roda Empat Ditutup
- Bentrokan Saat Protes, Lima Orang Tewas di Iran
- Tiga Pemotor Tertimpa Pohon Tumbang di Mojolaban, 1 Orang Meninggal
- Polresta Sleman Selidiki Keributan Driver Ojol dan Jukir di Depok
Advertisement
Advertisement



