Advertisement
TikTok Bakal Gelontorkan Investasi Miliaran Dolar di Indonesia
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Aplikasi video pendek, TikTok berencana untuk mengucurkan investasi miliaran dolar ke Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. Rencana tersebut sebagai upaya TikTok untuk lebih memperluas penetrasinya di kawasan Asia tenggara
Dilansir dari Reuters pada Kamis (15/6/2023), TikTok menargetkan dapat melipatgandakan ukurannya di wilayah tersebut. Pasalnya, Asia Tenggara merupakan wilayah dengan memiliki penduduk berusia di bawah 30 tahun sebanyak 630 juta orang yang menjadi pangsa pasar besar sebagai jumlah pengguna untuk TikTok.
Advertisement
BACA JUGA: Ngeri! 4 Tahun, Masyarakat Rugi Rp126 Triliun karena Investasi Bodong
TikTok, tengah berebut jumlah pengguna terutama dalam persaingan layanan belanja daring melalui TikTok Shop yang saat ini masih dikuasai pemain besar seperti Shopee, Lazada, Alibaba, dan GoTo.
"Kami akan menginvestasikan miliaran dolar di Indonesia dan Asia Tenggara selama beberapa tahun ke depan," ujar CEO TikTok Shou Zi Chew dalam sebuah forum di Jakarta yang dilansir dari Reuters, Kamis (15/6/2023).
Chew menambahkan, konten di platform TikTok menjadi lebih beragam dengan meningkatkannya jumlah pengguna dan perluasan iklan ke layanan e-commerce yang memungkinkan pengguna untuk berbelanja melalui saluran tayangan langsung.
Chew menuturkan, TikTok telah memiliki 8.000 pekerja di Asia Tenggara dan 2 juta pedagang UMKM di Indonesia yang merupakah wilayah terbesar di kawasan.
Adapun, rencana investasi TikTok muncul ketika perusahaan asal China itu menghadapi pengawasan yang sangat ketat di tengah munculnya kekhawatiran gangguan keamaan akibat aplikasi tersebut.
Negara-negara seperti Inggris dan Selandia Baru telah melarang penggunaan aplikasi TikTok untuk telepon genggam pemerintah.
Namun, TikTok telah membantah pernah membocorkan data pengguna ke pemerintah China. Perusahaan milik ByteDance China itu pun menegaskan tidak akan memberikan data pelanggan apabila diminta sekali pun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
- Kualitas Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik, Kategori Tidak Sehat
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026
- Sinergi Lintas Sektor Gedongtengen Bersihkan Jalan Letjen Suprapto
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
- Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Berpotensi Hujan
Advertisement
Advertisement








