Advertisement
Kementerian ESDM Usulkan Subsidi Listrik Naik hingga Rp74,85 Triliun
Teknisi PT PLN (Persero) melakukan pengerjaan pemeliharaan jaringan listrik di Gardu Induk 150KV GIS Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020). Bisnis - Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan subsidi listrik untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2024 berada pada kisaran Rp69,81-Rp74,85 triliun.
Angka tersebut naik dari alokasi anggaran tahun ini yang mencapai Rp70,49 triliun dan realisasi pada 2022 yang mencapai Rp58,83 triliun. Adapun, sepanjang Januari-Mei 2023, realisasi subsidi listrik telah mencapai Rp21,08 triliun dan diproyeksikan mencapai Rp68,47 triliun sampai dengan akhir tahun ini.
Advertisement
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan usulan anggaran subsidi tersebut berdasarkan asumsi nilai tukar sebesar Rp14.700-Rp15.300 per dolar AS, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$70-80 per barel, dan inflasi 1,5-3,5 persen.
"Usulan kebijakan subsidi listrik tahun 2024, yaitu tepat sasaran diberikan hanya kepada golongan yang berhak untuk rumah tangga diberikan kepada rumah tangga miskin dan rentan, serta mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang lebih efisien," ujar Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/6/2023).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, volume penjualan listrik bersubsidi dalam RAPBN 2024 diperkirakan mencapai 68,31 terawatt hour (TWh). Angka ini naik dibandingkan proyeksi APBN 2023 yang mencapai 66,2 TWh.
Dari sisi jumlah pelanggan subsidi, alokasi anggaran subsidi dalam RAPBN 2024 diperuntukkan kepada 40,89 juta pelanggan. Jumlah ini meningkat dibandingkan jumlah pelanggan dalam APBN 2023 yang mencapai 39,94 juta pelanggan.
Volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diusulkan sebesar 18,73 - 18,76 juta kiloliter dan volume LPG bersubsidi sebesar 7,80 - 7,90 juta MTon. Ia mengusulkan volume BBM bersubsidi dalam RAPBN TA 2024 sebesar 18,73 - 18,76 juta kl, yang terdiri dari minyak tanah sebesar 0,573 - 0,574 juta kl dan minyak solar sebesar 18,16 - 18,18 juta kl.
"Mencermati realisasi sampai dengan bulan Mei 2023 dan outlook 2023, kami mengusulkan volume LPG 3 kg dalam RAPBN TA 2024 sebesar 7,80 - 7,90 juta MTon," kata Arifin.
Terakhir, untuk subsidi tetap minyak solar, Kementerian ESDM mengusulkan subsidi tetap untuk minyak solar sebesar Rp1.000/liter dan subsidi listrik pada RAPBN 2024 sebesar Rp69,81-74,85 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hasto Dukung Gagasan Gentengisasi Prabowo, Bedah 200 Rumah Tahun Ini
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- KRL Jogja-Solo Ramai Akhir Pekan, Ini Jadwal Terbarunya
- Gempa Pacitan M6,4 Terjadi Dini Hari, Ini Data BMKG
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 6 Februari 2026
- BMKG Catat Gempa Susulan Pacitan Seusai Magnitudo 6,4
- Gempa Pacitan M 6,4 Dini Hari, Getaran Terasa Hingga Jogja
- BMKG Catat Gempa Pacitan M6,4, Tak Menimbulkan Tsunami
- Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 Ganggu KA Lodaya Jalur Selatan
Advertisement
Advertisement



