Advertisement
Erick Thohir Berkomitmen Jaga Wisata dan Spiritual Borobudur
Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (14/1/2022). - Harian Jogja/Nina Atmasari
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG—Menteri BUMN Erick Thohir memastikan akan terus menjaga keseimbangan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, baik dari wisata maupun nilai spiritualnya.
Erick memastikan aset-aset yang dikelola BUMN bisa bermanfaat. Candi Borobudur, termasuk aset BUMN yang perlu dijaga keseimbangannya sebagai destinasi spiritual.
Advertisement
"Kami, BUMN terus memastikan aset-aset yang dikelola BUMN bermanfaat termasuk Borobudur ini, kita ingin jaga keseimbangan sebagai wisata, tapi yang paling penting spiritualnya," katanya seusai melepas lampion dalam Festival Purnama 2023 dalam rangkaian perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2567 BE/2023 di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu malam.
Erick menyebut Candi Borobudur adalah aset tak ternilai, sehingga BUMN ingin menjaganya tidak hanya sekadar jadi tempat wisata, tetapi juga punya nilai spiritual, pendidikan, dan sejarah.
Ia mencontohkan Bali, yang saat ini menjadi destinasi favorit dunia karena selain indah juga memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Baca juga:Â Tawuran di Jalan Kusumanegera Jogja Minggu Malam, Massa Saling Lempar Batu
"Keseimbangan ini yang harus kita jaga, jangan sampai juga Borobudur yang luar biasa ini hanya sekadar jadi tempat wisata, tapi kehilangan spiritualnya. Sama, kalau kita bicara Bali, kenapa hari ini (bisa bagus) karena ada budayanya yang memikat, sehingga wisatawan hadir," katanya.
Erick juga mengakui momentum melepas lampion dalam perayaan Waisak merupakan pengalaman baru baginya.
Ia berharap budaya toleransi yang ditunjukkan dalam perayaan Waisak perlu terus dipupuk untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
"Hari ini saya sebagai umat Muslim tapi saya hadir untuk bersama-sama umat Buddha yang Waisak, ini sungguh luar biasa pengalaman baru bagaimana lampion ribuan diterbangkan, inilah kita jangan jadi negara maju, tapi kadang tidak punya budaya," katanya.
Erick meminta masyarakat untuk terus menjaga Indonesia dengan segala perbedaan, terlebih dengan semangat Hari Lahir Pancasila yang baru saja dirayakan.
"Segala perbedaan justru menjadi kekayaan sebagai bangsa," katanya.
Pelepasan lampion merupakan salah satu acara yang ditunggu-tunggu dalam rangkaian perayaan Waisak. Sebanyak 2.567 lampion diterbangkan dari pelataran Candi Borobudur, Minggu malam, disaksikan ribuan warga sekitar.
Pelepasan lampion juga tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Buddha yang merayakan tetapi terbuka untuk umum, namun beberapa di antaranya juga adalah wisatawan asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
Advertisement
Jalur Clongop Gunungkidul Longsor, Alat Berat Pemda DIY Diterjunkan
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Kementan Pastikan Pangan Aman di Tengah Konflik AS-Israel
- 400 Km Jalan Sleman Ditambal, Ini Lokasinya
- Hizbullah Serang Pangkalan Israel, Golan Digempur
- Konferensi SMR Jakarta: RI Gandeng AS-Jepang
- Polri Siagakan 110 Jelang Mudik Lebaran 2026
- BK DPRD Gunungkidul Tegur Ibnu Sugeng, Absen 3 Paripurna
- Mobil Honda HR-V Terbakar di Tol Jagorawi KM 11,7, Ini Kronologinya
Advertisement
Advertisement







