Advertisement

Total Bantuan Militer AS untuk Ukraina Rp544 T, Paket Bantuan Militer Terbaru Capai Rp4,4 T

Erta Darwati
Jum'at, 26 Mei 2023 - 12:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Total Bantuan Militer AS untuk Ukraina Rp544 T, Paket Bantuan Militer Terbaru Capai Rp4,4 T Seorang prajurit Ukraina duduk di atas tank di tengah invasi Rusia ke Ukraina, dekat kota timur Bakhmut yang dibom, di wilayah Donetsk timur, Ukraina, 2 April 2023. REUTERS - Violeta Santos Moura

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Bantuan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina hingga kini mencapai Rp554 Triliun. Paket terbaru bantuan militer lain untuk Ukraina senilai US$300 juta atau Rp4,4 triliun diumumkan pada Jumat (26/5/2023).

Paket bantuan itu diharapkan akan mencakup Guided Multiple Launch Rockets (GMLRS) untuk peluncur HIMARS dan amunisi untuk jenis senjata lainnya. Adapun paket bantuan amunisi tersebut akan diambil Pemerintah AS ambil dari ketersediaan amunisi Pentagon seperti dilansir dari TASS, pada Jumat (26/5/2023). 

Advertisement

BACA JUGA: Rusia Tuding Ukraina Dalang Penyerangan Drone ke Kediaman Putin

Terkait dengan informasi tersebut, sumber anonim lainnya mengatakan bahwa pengumuman paket bantuan itu dapat dilakukan pada pekan depan.

Sejauh ini, AS telah memberikan bantuan sekitar US$37 miliar atau Rp554 triliun bantuan militer ke Ukraina sejak awal operasi militer khusus Rusia di negara tersebut. 

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan pejabat Rusia lainnya telah berulang kali mencatat bahaya pengiriman senjata yang menyebar ke wilayah lain. 

Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov memperingatkan bahwa militerisasi Barat di Ukraina secara langsung mengancam keamanan Eropa dan global.

BACA JUGA: Makin Sengit, Ukraina Klaim Mampu Merontokkan Serangan Rudal dan Drone Rusia

Baru-baru ini, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan mengutuk kesepakatan antara Moskow dan Minsk untuk menyimpan senjata nuklir taktis Rusia di sebuah fasilitas di Belarusia. 

"Tetapi dalam menanggapi laporan ini, saya baru saja menambahkan bahwa kami tidak melihat alasan untuk menyesuaikan postur nuklir strategis kami atau indikasi apa pun bahwa Rusia sedang bersiap untuk menggunakan senjata nuklir," katanya. 

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu dan timpalannya dari Belarusia Viktor Khrenin menandatangani dokumen di Minsk pada Kamis (25/5/2023). Dokumen itu menjelaskan prosedur untuk menyimpan senjata nuklir Rusia di fasilitas penyimpanan khusus di tanah Belarusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Bantul Terbantu Sistem Elektrifikasi

Bantul
| Sabtu, 20 Juli 2024, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement