Utang RI Mendekati Rp8.000 Triliun, Ini Penjelasan BI
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid alias HNW menyalahkan standar ganda FIFA dan Israel seusai Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
HNW mengaku kecewa dengan FIFA yang membatalkan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 dengan alasan yang diyakini berkaitan dengan gelombang penolakan tim kesebelasan Israel tampil di Indonesia. PKS sendiri merupakan salah satu pihak yang menyatakan penolakan itu.
Menurutnya, FIFA menetapkan standar ganda. Di satu sisi, FIFA sudah menggugurkan semboyan jangan campur adukkan olahraga dengan politik karena melarang Rusia bertanding di Piala Dunia Qatar 2022. Alasannya, invasi Rusia ke Ukraina.
Di sisi lain, FIFA tak berani mencoret Israel dengan alasan yang sama. Padahal, HNW merasa Israel kerap mengganggu kedaulatan Palestina. “Keputusan FIFA yang terkesan terburu-buru itu tidak sesuai dengan prinsip ‘tidak diskriminatif’ yang konon menjadi pegangan FIFA,” kata HNW, Jumat (31/3/2023).
BACA JUGA: Dino Patti Djalal Ungkap Kejanggalan Penolakan Timnas Israel di Piala Dunia U-20, Ini Faktanya!
“Dalam hal ini jelas sekali bahwa Israel telah melakukan pelanggaran HAM berat terhadap rakyat Palestina di Gaza sebagaimana dilaporkan oleh Human Right Watch [2021], apalagi dengan penjajahan terhadap Palestina yang sudah lebih dari 70 tahun,” ujar Wakil Ketua MPR itu.
Tak hanya FIFA, HNW juga merasa Israel tak tahu diri. Dia berargumen seharusnya Israel sadar hubungannya dengan Indonesia dari dahulu sudah tak baik.
Oleh sebab itu, menurutnya, Israel harusnya mengambil sikap ketika tahu Indonesia dipilih jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. HNW tak menjelaskan sikap yang dimaksudnya. “Mestinya Israel sudah mengambil sikap yang tidak merugikan Indonesia dan dunia sepakbola Indonesia, dengan dicoretnya Indonesia dari penunjukan sebagai tuan rumah. Tetapi diskriminasi FIFA dan radikalismenya Israel telah menjatuhkan korban,” ujarnya.
Bahkan, HNW mendorong pemerintah dan PSSI untuk menggugat putusan FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 ke peradilan olahraga internasional. “Pemerintah dan PSSI mestinya terus berusaha untuk memperoleh haknya. Bila perlu Pemerintah/PSSI membawa persoalan ini ke Court of Arbiration for Sport (CAS) untuk mendapatkan keadilan dan tegaknya sportivitas,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
Mohammad Zaki Ubaidillah gagal melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah kalah dari Justin Hoh dalam duel tiga gim di Taipei Arena, Taiwan.
Masih sering memikirkan mantan setelah putus? Psikologi menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan ikatan emosional yang tidak langsung hilang saat hub
Membincang perekonomian sirkuler berarti membicarakan optimalisasi bahan bekas pakai menjadi bentuk lain yang bernilai dan bermanfaat.
Fitur Shared Chat Claude AI sempat menjadi sorotan setelah sejumlah tautan percakapan muncul di hasil pencarian Google. Simak cara memeriksa dan mengamankan cha
Mitchell Baker masuk daftar top skor sementara Piala AFF 2026 setelah mencetak hattrick pada debutnya bersama Timnas Indonesia. Ia bersaing dengan Paulo Josue d