Advertisement
Benny K Harman Tuduh Mahfud MD Punya Ambisi di Balik Isu Transaksi Rp349 T
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menkopolhukam Mahfud MD dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Sabtu (11/3/2023). JIBI - Bisnis/ Ni Luh Angela
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Politikus Partai Demokrat Benny K Harman menilai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sengaja memicu polemik soal transaksi mencurigakan Rp349 triliun untuk menaikkan citra dirinya jelang Pilpres 2024.
Pendapat itu disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komite Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dikepalai Mahfud.
Advertisement
Benny merasa komentar Mahfud yang tak lengkap soal transaksi Rp349 triliun membuat banyak interpretasi liar di masyarakat.
"Sehingga secara terbuka saya menyampaikan apabila Pak Mahfud tidak menjelaskan ini secara lengkap, maka saya menengarai Pak Mahfud punya motif politik," ujar Benny di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2023).
Dia mengira, mungkin Mahfud ingin menjadikan polemik dugaan transaksi mencurigakan Rp349 triliun itu untuk menaikkan namanya di bursa calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024
"Wah jangan-jangan Pak Mahfud ini mau jadikan ini panggung untuk calon presiden atau calon wakil presiden," jelasnya.
Padahal, Benny berpendapat, dalam UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) informasi yang disampaikan ke masyarakat oleh pejabat publik harus lengkap.
"Pejabat publik tidak boleh menyampaikan kepada publik isu yang tidak jelas asal-usulnya atau masalah yang belum ada pembahasan, belum ada pembicaraan, belum ada penyelesaian," ungkap wakil ketua umum Partai Demokrat itu.
Oleh sebab itu, Benny mengaku bingung mengapa Mahfud hanya membeberkan soal transaksi Rp349 triliun itu setengah-setengah. Padahal, lanjutnya, Mahfud merupakan pejabat publik bukan pengamat politik.
"Pak Mahfud ini pengamat politik, seperti belum menjadi Menkopolhukam dulu atau apa? Macam-macam pikiran saya Pam Mahfud. Jadi muncul tadi macam-macam ini, membuat saya punya penilaian terhadap Pak Mahfud, interpretasi terhadap apa yg beliau lakukan," ucap Benny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Pusat Inklusi Disabilitas Hadir di Sleman Bawa Harapan Baru
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
- Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Kamis 2 April, Perjalanan Fleksibel
- BMKG: Gempa M7,6 Ternate Akibat Sesar Naik, Warga Diminta Jauhi Pantai
- Event Jogja 2 April 2026, dari Tulus hingga Kirab Budaya
- LHKPN Presiden Masih Diproses, Harta Wapres Sudah Terbuka
- Jadwal Misa Trihari Suci dan Paskah 2026 Paroki se-DIY
- Ucapan Kamis Putih 2026, Penuh Makna Kasih dan Kerendahan Hati
Advertisement
Advertisement








