Advertisement

Kemacaten Kian Parah, Jokowi: Kita Telat Bangun Transportasi Publik

Lorenzo Anugrah Mahardhika
Rabu, 29 Maret 2023 - 14:27 WIB
Sunartono
Kemacaten Kian Parah, Jokowi: Kita Telat Bangun Transportasi Publik Kemacetan lalu lintas di Jalan Satrio Kuningan Jakarta Selatan pada Selasa (28/2/2023) malam. - Instagram @jktinfo

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia dinilai terlambat dalam membangun fasilitas transportasi publik di kota-kota besar yang berimbas pada meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan. Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Depo Kereta Api Maros dan KA Makassar-Parepare pada Rabu (29/3/2023).

Jokowi mengatakan, Indonesia cenderung terlambat dalam membangun fasilitas transportasi massal di wilayah seperti kota-kota besar dan ibu kota provinsi. Padahal, kehadiran transportasi publik baik untuk penumpang maupun barang merupakan hal yang mendasar untuk menghubungkan antar daerah di Indonesia. 

Advertisement

BACA JUGA : Sering Macet, Gejayan Sah Jadi Jalan Terpadat di Jogja

Oleh karena itu, Jokowi pun menginstruksikan jajarannya untuk membangun sarana transportasi publik di wilayah-wilayah seperti Kalimantan dan Sulawesi. Wilayah Sulawesi pun dipilih sebagai lokasi pembangunan sarana transportasi massal berupa moda kereta api.

Jokowi menuturkan, keterlambatan ini membuat masyarakat di kota-kota besar Indonesia masih mengandalkan kendaraan pribadi sebagai moda transportasinya. 

“Karena kalau semua orang naik mobil pribadi dan tidak ada yang mau menggunakan transportasi massal, akhirnya seperti yang kita lihat sekarang banyak terjadi kemacetan di semua kota, tidak hanya di Jakarta,” dalam sambutan tersebut dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (29/3/2023).

Dia memaparkan, Jakarta saat ini masih dihadapkan pada masalah kemacetan meski telah memiliki beberapa fasilitas transportasi publik seperti MRT dan LRT. Menurut Jokowi, Jakarta terlambat membangun fasilitas transportasi publik selama sekitar 30 tahun.

Jokowi melanjutkan, penggunaan kendaraan pribadi yang tinggi tidak hanya terjadi di Jakarta. Dia menuturkan kemacetan juga terjadi di wilayah lain seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, dan lainnya.

Sementara itu, Jokowi juga pun mengapresiasi pembangunan jalur KA Makassar-Parepare yang merupakan bagian dari proyek kereta Trans Sulawesi. Dia menuturkan, nantinya jalur kereta api ini akan terhubung hingga ke wilayah Manado, Sulawesi Utara.

Meski jalur KA Makassar-Parepare belum beroperasi seluruhnya, dia mengatakan dampak positif sudah akan dirasakan oleh masyarakat dan juga pelaku usaha. Salah satu imbas positif kehadiran kereta api ini adalah menurunnya biaya pengangkutan barang.

BACA JUGA : Jogja Macet, Nuansa Tahun Baru Mulai Terasa

“Kalau nanti KA ini sudah ada buat penumpang, wisata, dan barang, nanti daya saing negara kita akan makin bagus. Barang-barang bisa diangkut dengan transportasi yang murah, ini adalah pilihan yang bisa kita berikan ke masyarakat dan pengusaha,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

KPU Sleman Tetapkan TPS Pilkada Sebanyak 1.727 Lokasi

Sleman
| Jum'at, 14 Juni 2024, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja: Berburu Street Food di Kotabaru

Wisata
| Minggu, 09 Juni 2024, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement