Advertisement
Amerika Serikat Sebut Rusia Jadi Kunci Penyelesaian Krisis Myanmar
Konselor Departemen Luar Negeri AS Derek Chollet. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Konselor Departemen Luar Negeri AS Derek Chollet mengatakan Myanmar bisa keluar dari krisis politik jika Rusia berhenti memasok peralatan persenjataan kepada junta militer di negara itu.
Chollet mengatakan junta memiliki hubungan dekat dengan Rusia, bahkan Moskow merupakan “teman” yang paling dapat diandalkan oleh Myanmar di komunitas internasional saat ini.
Advertisement
“Jika ingin melihat solusi konflik di Myanmar dan membawa Myanmar kembali damai dan demokratis maka salah satu caranya adalah membuat junta Myanmar tidak dapat lagi mengimpor senjata,” ujar Chollet kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/3/2023).
BACA JUGA : Jerman Minta China Desak Rusia Hentikan Perang
“Dan dapat membuat kemajuan yang sangat besar ke arah sana jika Rusia berhenti memasok senjata,” katanya.
Chollet menyampaikan AS akan terus mencari cara untuk mempersulit junta Myanmar memperoleh persenjataan, salah satunya dengan menerapkan sanksi tambahan terhadap individual maupun entitas Myanmar.
Chollet menyebut AS sejauh ini telah menjatuhkan sanksi terhadap 80 individu dan lebih dari 30 entitas di Myanmar. Washington akan mengumumkan sanksi lebih lanjut terhadap entitas di Myanmar dalam beberapa hari mendatang, sebut dia.
Menurut Chollet, sanksi tambahan itu akan mempersulit junta Myanmar dalam menghasilkan pendapatan untuk membeli senjata yang dapat memicu perang terus berlanjut.
“Kami bertekad untuk terus meningkatkan tekanan terhadap junta dan membuat mereka makin sulit untuk mendapatkan sumber penghasilan yang mereka gunakan untuk membeli senjata yang memicu perang,” ucap dia.
BACA JUGA : Brutal! Rusia Lakukan Serangan Besar-besaran
Dua tahun sejak kudeta militer terhadap pemerintahan terpilih Myanmar, tak ada kemajuan dalam rencana perdamaian Konsensus Lima Poin yang diinisiasi oleh para pemimpin ASEAN.
Utusan khusus ASEAN pada dua keketuaan sebelumnya, yakni Brunei Darussalam dan Kamboja juga belum berhasil membujuk pemimpin junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing untuk mengizinkan mereka bertemu dengan penasihat negara Aung San Suu Kyi maupun membuka dialog bersama pihak-pihak berkepentingan Myanmar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
- BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole Marak di Indonesia
- OKI Kecam Penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh Pejabat Israel
- Prancis Tegaskan Greenland Bukan Milik AS di Tengah Klaim Trump
- Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Permintaan Meledak, Maruti Suzuki Perluas Produksi Mobil di India
- Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Duel Putri di GOR Voli Sumut
- Meizu 22 Air Batal Rilis, Harga RAM Global Jadi Penyebab
- Outlander PHEV 2026 Meluncur, Jarak Tempuh Listrik Naik 18 Persen
- Trump Pertimbangkan Operasi Khusus AS Hantam Kartel Fentanyl
- Miliano Jonathans Dibidik Excelsior
- Piala AFF 2026: Bergson Da Silva Berpeluang Bela Malaysia
Advertisement
Advertisement





