Kasus Pemerasan Rp55 Miliar, Febrie Siap Ajukan Nota Perlawanan
Febrie Adriansyah dijadwalkan membacakan nota perlawanan atas dakwaan pemerasan Rp55 miliar dan TPPU Rp354,62 miliar di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Konselor Departemen Luar Negeri AS Derek Chollet. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Konselor Departemen Luar Negeri AS Derek Chollet mengatakan Myanmar bisa keluar dari krisis politik jika Rusia berhenti memasok peralatan persenjataan kepada junta militer di negara itu.
Chollet mengatakan junta memiliki hubungan dekat dengan Rusia, bahkan Moskow merupakan “teman” yang paling dapat diandalkan oleh Myanmar di komunitas internasional saat ini.
“Jika ingin melihat solusi konflik di Myanmar dan membawa Myanmar kembali damai dan demokratis maka salah satu caranya adalah membuat junta Myanmar tidak dapat lagi mengimpor senjata,” ujar Chollet kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/3/2023).
BACA JUGA : Jerman Minta China Desak Rusia Hentikan Perang
“Dan dapat membuat kemajuan yang sangat besar ke arah sana jika Rusia berhenti memasok senjata,” katanya.
Chollet menyampaikan AS akan terus mencari cara untuk mempersulit junta Myanmar memperoleh persenjataan, salah satunya dengan menerapkan sanksi tambahan terhadap individual maupun entitas Myanmar.
Chollet menyebut AS sejauh ini telah menjatuhkan sanksi terhadap 80 individu dan lebih dari 30 entitas di Myanmar. Washington akan mengumumkan sanksi lebih lanjut terhadap entitas di Myanmar dalam beberapa hari mendatang, sebut dia.
Menurut Chollet, sanksi tambahan itu akan mempersulit junta Myanmar dalam menghasilkan pendapatan untuk membeli senjata yang dapat memicu perang terus berlanjut.
“Kami bertekad untuk terus meningkatkan tekanan terhadap junta dan membuat mereka makin sulit untuk mendapatkan sumber penghasilan yang mereka gunakan untuk membeli senjata yang memicu perang,” ucap dia.
BACA JUGA : Brutal! Rusia Lakukan Serangan Besar-besaran
Dua tahun sejak kudeta militer terhadap pemerintahan terpilih Myanmar, tak ada kemajuan dalam rencana perdamaian Konsensus Lima Poin yang diinisiasi oleh para pemimpin ASEAN.
Utusan khusus ASEAN pada dua keketuaan sebelumnya, yakni Brunei Darussalam dan Kamboja juga belum berhasil membujuk pemimpin junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing untuk mengizinkan mereka bertemu dengan penasihat negara Aung San Suu Kyi maupun membuka dialog bersama pihak-pihak berkepentingan Myanmar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Febrie Adriansyah dijadwalkan membacakan nota perlawanan atas dakwaan pemerasan Rp55 miliar dan TPPU Rp354,62 miliar di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Pilihan 10 mobil bekas di bawah Rp100 juta pada 2026, mulai Avanza hingga Karimun Wagon R, beserta estimasi harga dan tips membeli.
Menpar Widiyanti Putri Wardhana menilai kekayaan wastra Nusantara berpotensi memperkuat modest fashion sekaligus mendorong wisata belanja Indonesia.
Ratusan kilogram cabai merah keriting siap panen dicuri di Pantai Samas, Bantul. Petani diperkirakan merugi jutaan rupiah.
Polri mencatat 371 laporan kasus karhutla hingga 13 Oktober 2026, dengan 223 tersangka perorangan, sembilan korporasi, dan 30.758 hektare lahan terbakar.
RUU Perubahan Iklim ditargetkan rampung pada 2027 untuk memberi kepastian hukum bagi investor dan mendukung kebutuhan investasi iklim Indonesia.