Kasus Korupsi MBG Bergulir, Menkeu Siap Buka Data ke Penegak Hukum
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa siap berbagi data dengan penegak hukum terkait penyidikan dugaan korupsi Program MBG periode 2025–2026.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ditemui di ditemui di Bali International Convention Centre, Minggu (13/11/2022). Bisnis-Akbar Evandio.
Harianjgoja, JAKARTA– Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut kecewa dengan indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia yang anjlok pada tahun 2022. Seperti diketahui, skor IPK Indonesia 2022 tercatat menjadi 34 atau turun dari tahun sebelumnya yakni 38.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa Kepala Negara tak senang dengan skor IPK Indonesia yang kembali ke level tahun pertama kepemimpinannya, yakni pada 2014. Padahal, beberapa tahun sebelumnya skor IPK atau Corruption Perception Index (CPI) dalam negeri pernah menyentuh angka 40.
"Kita sudah mendapatkan laporan tentang hasil IPK. Saya ingin sampaikan kepada teman-teman sekalian, Presiden tidak happy dengan kondisi itu," ujar Moeldoko pada acara Penandatanganan Komitmen Aksi Pencegahan Korupsi 2023/2024 di Gedung KPK, Rabu (8/3/2023).
Oleh sebab itu, Jokowi disebut berpesan kepada kementerian/lembaga untuk menjadikan capaian IPK sebagai perhatian.
Secara khusus, Moeldoko menyebut Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) harus menjadi evaluasi bersama. Program yang dimandatkan oleh Jokowi itu diharapkan tak sebatas seremonial.
"Saya menginginkan setelah pulang dari sini, barang itu diedarkan, disampaikan kepada seluruh jajaran," ucapnya.
Mantan Panglima TNI itu juga berpesan agar adanya kebaruan dalam pemberantasan korupsi. Dia meminta agar ada cara-cara yang lebih efektif dan nyata dalam menyelesaikan masalah korupsi.
Sebagaimana diketahui, Transparecy International Indonesia (TII) menerbitkan capaian CPI atau IPK 2022 yang mana skor Indonesia anjlok dari tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Jejak Pencucian Uang Para Pejabat di Jogja
Indonesia tercatat hanya mampu menaikkan skor indeks sebanyak 2 poin dari skor 32 selama satu dekade terakhir atau sejak 2012.
Secara rinci, tiga indikator sumber data mengalami penurunan sehingga mendorong penurunan skor 2022. Tiga indikator tersebut meliputi indikator political risk service (PRS), IMD World Competitiveness Yearbook, dan Political and Economic Risk Consultancy (PERC).
"PR besar pemerintah, lembaga politik, jurnalis, pelaku usaha, bagaimana menjaga Political Risks Service [PRS] di angka maksimal sedangkan World Justice Project di-maintain sedemikian rupa untuk perubahan besar," terang Deputi Sekretaris Jenderal TII Wawan Suyatmiko di Jakarta, Selasa (31/1/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa siap berbagi data dengan penegak hukum terkait penyidikan dugaan korupsi Program MBG periode 2025–2026.
FIFA resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup 2026 yang masuk kalender resmi FIFA. Indonesia menjadi tuan rumah Premier Division dengan hadiah juara mencapai US$1 juta.
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah universitas terbanyak, mencapai 3.277 kampus. Simak daftar lengkap 10 negara teratas.
Putri Kusuma Wardani bertahan di peringkat 6 dunia BWF per 30 Juli 2026. Pebulu tangkis Indonesia itu hanya terpaut 565 poin dari posisi lima besar yang ditempa
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebi