Advertisement

Idulfitri 4 Bulan Lagi, Mudik Diprediksi Akan Sangat Ramai

Dany Saputra
Rabu, 04 Januari 2023 - 15:47 WIB
Budi Cahyana
Idulfitri 4 Bulan Lagi, Mudik Diprediksi Akan Sangat Ramai Kendaraan antre melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). - Antara/M Risyal Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTAMudik pada periode libur Ramadan dan Idulfitri tahun ini diprediksi akan sangat ramai di seluruh moda transportasi setelah pemerintah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan arahan kepada anggotanya untuk mengambil ancang-ancang sedari dini untuk menyiapkan angkutan mudik Idulfitri atau Lebaran 2023. Kini, persiapan hanya tersisa sekitar empat bulan lagi.

Advertisement

BACA JUGA:  Simak! Ini Barang Paling Laris saat Ramadan-Lebaran versi Tokopedia

"Lebaran tinggal empat bulan lagi. Jadi kita harus mencermati apa-apa saja yang relatif tidak terpenuhi dengan baik di empat matra, udara, darat, kereta api, dan laut, karena angkutan Lebaran akan lebih masif," kata dia pada Penutupan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, dikutip dari siaran virtual, Rabu (4/1/2023).

Budi Karya mengingatkan permasalahan yang berpotensi dihadapi saat angkutan Lebaran bakal berbeda dengan Natal dan tahun baru. Saat libur akhir tahun itu, tantangan sektor transportasi dan mobilitas masyarakat yakni cuaca esktrem.

Dia pun mengakui beberapa angkutan periode libur akhir tahun sempat terkendala akibat cuaca ekstrem. Contohnya, penundaan penerbangan dan angkutan pelayaran/penyeberangan antarpulau akibat cuaca buruk, serta banjir yang sempat merendam jalur rel kereta api di Semarang.

BACA JUGA: Volume Sampah di Kulonprogo Naik 10 Persen Saat Liburan

Saat libur Lebaran, tantangan yang bakal dihadapi adalah masifnya pergerakan masyarakat. Apalagi, pembatasan masyarakat melalui mekanisme PPKM sudah dihilangkan.

"Saya ingat pada tahun lalu kita handle Lebaran itu tidak mudah, dan tahun ini dengan PPKM sudah tidak dilakukan lagi maka bisa terjadi suatu peningkatan," jelasnya.

Adapun pergerakan masyarakat pada libur Natal 2022 dan tahun baru 2023 mencapai 10,3 juta penumpang. Volume tersebut meningkat hingga 71,09 persen dari angkutan libur akhir tahun sebelumnya yakni 6,03 juta penumpang.

Budi Karya memaparkan bahwa kenaikan jumlah penumpang terjadi di seluruh moda transportasi baik pada angkutan jalan, penyeberangan, laut, udara, dan kereta api.

Kendati demikian, jumlah penumpang angkutan umum pada libur Natal dan tahun baru yang lalu belum sampai ke level prapandemi, yang tembus hingga 13,1 juta penumpang pada 2019.

Di sisi lain, lonjakan pergerakan masyarakat juga tertangkap dari data pantauan empat gerbang tol utama. Jumlah kendaraan yang keluar Jabodetabek selama libur akhir tahun tercatat sebanyak 2,24 juta atau meningkat 7,54 persen dari periode sebelumnya yakni 2,07 juta kendaraan.

Tidak hanya itu, arus balik kendaraan yang melalui empat gerbang tol itu juga tercatat meningkat 7,48 persen menjadi 2,18 juta kendaraan dari sebelumnya 2,01 juta kendaraan pada periode Natal 2021 dan tahun baru 2022.

BACA JUGA:  Kementerian BUMN Bersama Telkom Bagikan 1000 Paket Sembako Murah di Batulicin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Dinsosnakertrans Jogja Kaget, Korban PHK Satpol PP Tak Pegang Kontrak Kerja

Jogja
| Jum'at, 09 Juni 2023, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Unik, Negara Ini Punya Pulau Kucing, Jumlah Anabul Lebih Banyak dari Manusia

Wisata
| Jum'at, 09 Juni 2023, 16:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement