Advertisement

Terputus Akibat Erupsi Semeru, Jembatan Gladak Perak Kembali Tersambung

Newswire
Rabu, 04 Januari 2023 - 11:37 WIB
Sunartono
Terputus Akibat Erupsi Semeru, Jembatan Gladak Perak Kembali Tersambung Jembatan Gladak Perak yang hampir selesai pembangunannya di Lumajang, Selasa (3/1/2023). - Antara/Diskominfo Lumajang.

Advertisement

Harianjogja.com, LUMAJANG - Bupati Lumajang Thoriqul Haq berharap tersambungnya rangka Jembatan Gladak Perak yang terputus akibat erupsi Gunung Semeru dapat membangkitkan sektor perekonomian di wilayah setempat.

"Kini rangka jembatan Gladak Perak mulai tersambung, sehingga saya berharap ke depan dapat menyambungkan kembali perekonomian yang terputus," katanya saat meninjau proses pembangunan jembatan di Kecamatan Candipuro, Selasa (3/1/2023).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq itu meninjau Jembatan Gladak Perak bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati didampingi sejumlah perangkat daerah.

"Kami berharap dengan tersambungnya jembatan Gladak Perak dapat segera difungsikan kembali untuk menjadi persambungan ekonomi masyarakat Lumajang yang terputus beberapa waktu lalu akibat terdampak erupsi Semeru," tuturnya.

Ia menjelaskan proses penyambungan jembatan diperkirakan akan rampung dalam dua hari ini dan pihaknya juga menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam percepatan recovery bencana erupsi Semeru.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lumajang mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR Pak Basuki dan jajaran Kementerian PUPR yang melakukan percepatan penanganan bencana termasuk membangun kembali Jembatan Gladak Perak," katanya.

Sementara itu pimpinan proyek Jembatan Gladak Perak, Tatang mengatakan bahwa pihaknya terus mengebut proses pembangunan jembatan yang terdampak erupsi Semeru.

"Jembatan Gladak Perak akan menjadi jembatan rangka baja terpanjang di Indonesia dengan panjang 140 meter, lebar rangka 12 meter dan lebar aspal 7,5 meter," tuturnya.

Ia menjelaskan jembatan itu akan dilakukan loading test terlebih dahulu sebelum difungsikan untuk umum nantinya. Loading test merupakan metode pengujian yang dilakukan pada jembatan dengan cara menempatkan beban berat pada jembatan secara diam/tidak bergerak.

"Pada Januari 2023 sudah mulai pengecoran dan syarat pembukaannya menunggu loading test, kemungkinan bulan Februari 2023," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pendapatan BPHTB Sleman 2022 Capai Rp239 Miliar

Sleman
| Sabtu, 04 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

alt

Kemegahan Desa Wisata Karangrejo Borobudur Menyimpan Kisah Menarik Bersama Ganjar

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement