Advertisement

Tahun Depan Konsumsi Listrik Diproyeksi Naik, Pengamat: Kemungkinan Turun Masih Ada

Widya Islamiati
Rabu, 21 Desember 2022 - 22:37 WIB
Bhekti Suryani
Tahun Depan Konsumsi Listrik Diproyeksi Naik, Pengamat: Kemungkinan Turun Masih Ada Tahun 2023 Konsumsi Listrik Diproyeksi Naik, Pengamat: Kemungkinan Turun Masih Ada - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Rektor Sekolah Tinggi Teknik Perusahaan Listrik Negara (STT PLN) Iwa Garnida Mulyana mengungkapkan bahwa meskipun perekonomian mulai pulih, angka kenaikan konsumsi listrik sebesar 4,74 persen masih cukup realistis. Malahan, masih banyak perkiraan angkia ini bisa menurun, salah satunya karena perang Rusia-Ukraina masih bergulir.

“Menurut saya angka pertumbuhan permintaan tenaga listrik di kisaran 5 persen angka yang realistis untuk kondisi normal, namun demikian harus tetap berhati-hati karena tahun depan pertumbuhan ekonomi masih tanda tanya,” ungkap Iwa kepada Bisnis-jaringan Harianjogja.com pada Rabu (21/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Tidak hanya itu, meskipun tumbuh, permintaan tenaga listrik masih bergantung pada pertumbuhan ekonomi. Iwa menilai, Indonesia juga sedang beranjak menuju era transisi energi yang bisa memengaruhi hal ini.

BACA JUGA: Ini Solusi REI Atasi Kebutuhan Rumah Bagi Warga DIY Berpenghasilan Rendah

“Belum lagi masalah kebijakan energi kita yang sedang menuju transisi energi yang membutuhkan biaya besar tentunya akan mempengaruhi biaya pokok produksi dan otomatis juga ada pengaruh terhadap permintaan,” tambah Iwa.

Iwa menuturkan, meskipun memang ada program Bantuan Penanak Nasi Listrik (BNPL) dan kendaraan listrik serta permintaan yang cukup tinggi dari industri seperti kebutuhan smelter yang bisa mempengaruhi peningkatan permintaan. Tetapi menurutnya, angka kenaikan tersebut tidak cukup besar. Terlebih, PLN juga sedang alami oversupply.

“Apakah angka diatas besar? Saya kira tidak, karena dulu di Jawa, Madura, Bali pernah di atas 7 persen, di luar Jawa diatas 10 persen, dan permintaan diatas dapat diakomodasi oleh kelebihan (oversupply) yang sekarang sedang dialami PLN,” pungkas Iwa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 2 Februari 2023

Jogja
| Kamis, 02 Februari 2023, 04:57 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement