Advertisement

Puncak Arus Mudik Nataru Diperkirakan 23 Desember

Muhammad Ridwan
Selasa, 13 Desember 2022 - 08:47 WIB
Budi Cahyana
Puncak Arus Mudik Nataru Diperkirakan 23 Desember Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020). - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTAPT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) memperkirakan puncak arus mudik pada libur Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru (Nataru) 2023 akan terjadi pada Jumat, 23 Desember 2022.

Jasa Marga juga memprediksi 2,73 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jabotabek saat libur Nataru. Jumlah itu meningkat 8,4% dibandingkan dengan volume lalu lintas periode normal.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Direktur Utama Jasa Marga (JSMR), Subakti Syukur, mengatakan arus lalu lintas diprediksi akan terjadi di 4 gerbang utama dengan distribusi 47 persen ke arah timur Pulau Jawa, 30,6 persen ke arah barat Pulau Jawa, dan 22,5 persen ke arah selatan Pulau Jawa.

"Prediksi di 4 gerbang utama mencapai 2,73 juta kendaraan atau naik 2,6 persen terhadap Nataru 2021 sebesar 2,6 juta dan juga terhadap [kondisi] normal yang kita ambil Juni lalu 8,4 persen di mana normalnya 2,5 juta," ujar Surbakti di Jakarta, Senin (12/12/2022).

Subakti menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurai kemacetan di jalan tol saat Nataru, di antaranya rencana rekayasa lalu lintas atas diskresi Kepolisian untuk mengatasi kepadatan di lokasi yang menjadi perhatian khusus yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Jasa Marga juga akan mengoperasikan secara fungsional penambahan 1 lajur arah Cikampek dan 1 lajur arah Jakarta di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada KM 50-KM 66 sepanjang 16 km dan menyiapkan pengoperasian secara fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Sadang-Kutanegara) sepanjang 8,5 km.

"Alhamdulillah dengan strategi yang kita perkirakan, untuk Natal dan tahun baru ini tidak perlu adanya one way, tapi bukan tidak kita siapkan, memang sebagai mana kita ketahui pada saat one way rest area harus tetap hidup, perambuan tetap kita siapkan, walaupun di strategi perencanaan one way itu tidak terjadi jika dengan trafik yang kita perkirakan," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kapan Bantul dan Kulonprogo Tersambung Lewat JJLS? Ini Jadwalnya

Jogja
| Rabu, 08 Februari 2023, 06:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement