Advertisement

Aeropressure, Inovasi Warga Kupatan untuk Pelihara Ikan di Perkotaan Magelang

Media Digital
Jum'at, 09 Desember 2022 - 04:27 WIB
Budi Cahyana
Aeropressure, Inovasi Warga Kupatan untuk Pelihara Ikan di Perkotaan Magelang Sugiyanto, 50 memaparkan inovasinya berupa Aeropressure dalam ajang Krenova Kota Magelang 2022. - Istimewa/Pemkot Magelang/ds

Advertisement

MAGELANG—Bagi warga di perkotaan dengan lahan dan sumber daya alam yang terbatas, memelihara ikan bukanlah hal mudah karena dibutuhkan air dengan kadar oksigen yang cukup untuk tumbuh kembang ikan. Kondisi ini biasanya didapatkan dari air yang mengalir.

Seorang warga Kupatan, Kedungsari, Kota Magelang, bernama Sugiyanto, 50, membuat inovasi alat bernama Aeropressure yang bisa menjadi solusi meningkatkan kadar oksigen dalam air.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Aeropressure merupakan alat pemecah air untuk menghasilkan volume oksigen di dalam air, yang bisa untuk kolam atau tambak. Jadi bisa menjadi solusi untuk memelihara ikan dalam air yang tidak mengalir, seperti di perkotaan," katanya, Kamis (8/12/2022).

Ia menjelaskan kandungan oksigen sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang ikan di kolam. Saat ini telah ada teknologi untuk meningkatkan oksigen pada air. Namun, pada umumnya hanya mampu menghasilkan gelembung udara di bawah kurang lebih 20 cm dari permukaan air.

Dari kecintaannya pada alat elektronik, Sugiyanto merancang Aeropressure untuk menghasilkan gelembung udara pada air dengan cara memompa udara kemudian menyemprotkan ke dalam air sehingga menghasilkan gelembung–gelembung udara yang dapat diatur besar kecilnya gelembung.

Aeropressure juga disebut sebagai pompa angin yang terkompresi sehingga mendapatkan tekanan udara yang kuat. Aeropressure mempunyai kemampuan tekan yang tinggi dengan memadukan pompa klep sistem piston yang digerakan oleh induksi magnet yang teraliri listrik arus DC.

"Aeropressure ini bisa mengambil input daya dari listrik PLN dengan arus AC dikonversi ke DC, dari energi matahari, generator tenaga angin atau air maupun dari accu. Energi yang dibutuhkan lebih hemat," jelasnya.

Untuk kebutuhan kolam ukuran 25 meter persegi kedalaman satu meter, hanya dibutuhkan daya listrik maksimal 450 watt. Alat ini cocok untuk kolam berbagai jenis ikan maupun tambak udang. Jika diproduksi secara massal, Sugiyanto memperkirakan harga alat ini sebesar Rp6 jutaan.

"Untuk produksi alat ini, kami membuka sistem pendampingan. Jadi alat akan dipasang di lokasi, menyesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan kolam. Kami juga akan mengajak penggunanya agar berkumpul menjadi satu komunitas untuk belajar dan bekerja bersama," tambah Sugiyanto.

Inovasi aeropressure ini berhasil mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Magelang sebagai Juara 3 Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2022. Krenova merupakan program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Magelang untuk menumbuhkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat Kota Magelang.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Didin Saepudin menjelaskan inovasi perlu dilakukan masyarakat supaya sebuah kegiatan tidak monoton dan cara baru bisa lebih efektif dan efisien.

"Ada kriteria karya bisa disebut inovasi, yaitu bermanfaat, bisa direplikasi, tidak berbenturan dengan norma, kebaharuan dan keberlanjutan," katanya. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jembatan Srandakan 3 Akan Menghubungkan JJLS di Selatan DIY

Jogja
| Selasa, 07 Februari 2023, 07:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement