Advertisement

Berdarah Kulonprogo, Ini Profil Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi

Erta Darwati
Selasa, 06 Desember 2022 - 06:47 WIB
Budi Cahyana
Berdarah Kulonprogo, Ini Profil Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Ahmad Zahid Hamidi - westmalaysia.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Ahmad Zahid Hamidi dilantik menjadi Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia pada Sabtu (3/12/2022). Dia berdarah Kulonprogo, DIY.

Dikutip dari Bernama, Senin (5/12/2022), Ahmad Zahid lahir pada 4 Januari 1953 di Kampung Sungai Nipah Darat, Bagan Datuk, Perak, Malaysia dan merupakan anak pertama dari 9 bersaudara.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ayah Ahmad Zahid bernama Raden Hamidi Abdul Fatah, yaitu orang Indonesia asal Kulonprogo, DIY yang merantau ke Federasi Malaya pada tahun 1932.

Sedangkan, ibu Ahmad Zahid bernama Tuminah Abdul Jalil yang merupakan orang asli Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia. Dia fasih berbahasa Jawa halus seperti yang diajarkan oleh kedua orangtuanya yang bersuku Jawa.

Adapun, Ahmad Zahid berpendidikan Doktor (PhD) Komunikasi di Universiti Putra Malaysia. Saat ini, dia berusia 69 tahun.

Ahmad Zahid pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pelancongan pada tahun 2004-2006, Wakil Menteri Penerangan pada tahun 2006-2008, Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Kementerian Agama) pada tahun 2008-2009.

Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Malaysia pada tahun 2009-2013, Menteri Dalam Negeri pada tahun 2013-2015, dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Malaysia pada tahun 2015-2018.

Karier Ahmad Zahid dalam dunia politik, yaitu menjadi Ketua Pemuda UMNO Bagan Datuk (1984-1995), Ahli Majelis Rapat Pemuda UMNO (1987-1996), Wakil Ketua Pemuda UMNO Perak (1987-1990), Ketua Pemuda UMNO Perak (1990-1993) dan Wakil Ketua UMNO Bagan Datuk (September 1993).

Selain itu, dia juga sebagai Ketua UMNO Bagan Datuk (1995-2013), Ketua Pemuda UMNO (1996-1998), Ahli Majelis Tertinggi UMNO (2000-2007), Wakil Presiden UMNO (2008-2016), Wakil Pengurus Barisan Nasional (September 2016) dan Presiden UMNO sejak 2018.

Penunjukan Ahmad menjadi Wakil PM Malaysia oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim menimbulkan kontroversi. Pasalnya, dia menghadapi 47 dakwaan, 12 karena pelanggaran kepercayaan (CBT), 8 karena korupsi dan 27 karena pencucian uang yang melibatkan puluhan juta ringgit Malaysia milik Yayasan amal Yayasan Akalbudi (YAB).

Ahmad Zahid juga merangkap Menteri Pembangunan Pedesaan dan Regional Malaysia. Manajer Senior Penelitian di lembaga pemikir independen Institute untuk Urusan Demokrasi dan Ekonomi Aira Azhari menyatakan Anwar Ibrahim membutuhkan dukungan BN.

"Pada saat yang sama, Anda tahu banyak aktivis masyarakat sipil, anggota oposisi juga berharap mekanisme lain atau kompromi lain dapat dicapai," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

BPS Rilis Ekonomi DIY Melesat, Sektor Pariwisata Jadi Pengungkit

Jogja
| Selasa, 07 Februari 2023, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Ingin Melancong Sendirian? Ini Daftar 15 Negara yang Aman bagi Solo Traveler Perempuan

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 07:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement