Penumpang WNA Naik 7,8 Persen, KAI Daop 6 Perkuat Konektivitas Wisata
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 264.335 penumpang WNA hingga September 2026, tumbuh 7,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta melakukan penyalaan serentak kepada 224 Pelanggan sektor agrikultur dengan total daya 2.717.000 VA./Istimewa
BREBES—PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta melakukan penyalaan serentak kepada 224 Pelanggan sektor agrikultur dengan total daya 2.717.000 VA.
Secara simbolis penyalaan pelanggan tersebut dilakukan di PT Agri Indo Sejahtera, Kabupaten Brebes pada Rabu (30/11). Penyalaan Pelanggan di sektor agrikultur ini sebagai bukti dukungan PLN untuk memajukan perekonomian paska pandemi di wilayah Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Brebes.
Dalam sambutannya mewakili General Manager, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Ari Prasetyo Nugroho menyampaikan komitmen PLN untuk memberikan layanan yang cepat untuk mendukung perekonomian.
“Pelanggan-pelanggan harus cepat kita, PLN, layani agar nantinya perekonomian bisa maju terus dan perekonomian juga semakin baik” ungkapnya.
Ari Prasetyo juga menambahkan, percepatan layanan tersebut termasuk didalamnya permohonan sambungan listrik di sektor agrikultur seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan sesuai dengan program Electrifying Agriculture dari PLN.
Pada Kesempatan yang sama, Yulia Hendrawati, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes menyampaikan rasa terima kasih kepada PLN atas dukungan untuk pelanggan sektor agrikultur. Beliau juga menyatakan bahwa bawang merah yang menjadi ikon dari Kabupaten Brebes merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, oleh karenanya membutuhkan perhatian khusus.
“Komoditas ini (bawang merah) merupakan salah satu komoditas pangan yang tidak dapat digantikan manfaatnya oleh komoditas lain dan berpengaruh besar bagi perekonomian nasional karena berperan dalam penyumbang inflasi nasional” ungkapnya.
Lebih lanjut Yulia menyatakan, dengan dukungan listrik yang memadai, bawang merah dapat disimpan pada cold storage untuk mengurangi penyusutan dari semula 30-40% menjadi 7-9% saja.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Zaenudin, yang turut hadir dalam acara ini juga menambahkan bahwa dalam rangka meningkatkan perekonomian, selain sektor pertanian, perlu diperhatikan sektor lainnya seperti UMKM atau pelaku bisnis kecil.
Manager Operasional PT Agri Indo Sejahtera, Ikhwan Arief mengakui bahwa usahanya terbantu dengan kemudahan pelayanan dari PLN. PT Agri Indo Sejahtera merupakan salah satu dari 224 pelanggan PLN yang dinyalakan secara serentak melalui proses tambah daya.
“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dari PLN terkait kemudahan proses penambahan daya dan sosialisasi terhadap rekan-rekan kami nantinya” ucap Ikhwan.
Sinergi antar lembaga, mulai dari Pemerintahan, PLN dan pelaku usaha merupakan salah satu faktor kunci dalam upaya peningkatan perekonomian daerah. Sesuai dengan salah satu misi PLN yaitu mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi, PLN berkomitmen untuk mencukupi kebutuhan listrik masyarakat dengan mengutamakan kemudahan layanan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 264.335 penumpang WNA hingga September 2026, tumbuh 7,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tiga pihak PT Virgo Karya Shipping ditetapkan tersangka dan ditahan terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Siswa SDN Soprayan Sleman dilibatkan dalam pemorsian MBG prasmanan. Sistem ini menjadi sarana edukasi gizi, disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab.
Pemkab Bantul menggandeng BSI untuk memperkuat layanan perbankan dan pemberdayaan UMKM. Ada sekitar 100.000 UMKM yang telah terdata.
KPK meminta Nusron Wahid kooperatif setelah absen dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN.
Survei BI mencatat IKK September 2026 berada di level 118,1, turun 7,1 poin dari Januari, tetapi masih berada di zona optimistis.