Advertisement
Waduh! Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK kembali menyumbang tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi per Agustus 2022 sebesar 9,42 persen dibanding tamatan jenjang pendidikan lainnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan secara umum TPT Agustus 2022 sebesar 5,86 persen atau setara dengan 8,42 juta orang dari total angkatan kerja 143,72 juta orang, sedangkan tamatan SMK tercatat menjadi penyumbang tertinggi pengangguran di Indonesia.
Advertisement
“Pada Agustus 2022, TPT tamatan Sekolah Menengah Kejuruan masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 9,42 persen,” tulis laporan BPS dikutip, Rabu (9/11/2022).
TPT menurut pendidikan tertinggi ditempati oleh jenjang SMK, diikuti oleh SMA sebesar 8,57 persen, kemudian SMP (5,95 persen). Selain itu TPT dari jenjang Diploma IV, S1, S2, dan S3 menyumbang 4,80 persen, Diploma I/II/III menyumbang 4,59 persen. Sementara TPT yang paling rendah adalah pendidikan SD ke Bawah, yaitu sebesar 3,59 persen.
Sebagai informasi, TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.
Berdasarkan data dalam dashboard pusat pasar kerja Kementerian Ketenagakerjaan 2021-2022, pada periode tersebut tercatat ada 526.033 pencari kerja, sedangkan lowongan kerja yang tersedia hanya 135.078 posisi di lebih dari 9.000 perusahaan.
Sementara itu, bila dibandingkan dengan Agustus 2021, kondisi pengangguran menunjukkan perbaikan terlihat dari jumlahnya yang menurun dari 9,10 juta orang menjadi 8,42 juta orang di Agustus 2022.
Hal tersebut sejalan dengan penurunan TPT yang terjadi pada semua kategori pendidikan dengan penurunan terbesar pada kategori pendidikan SMK, yaitu sebesar 1,71 persen poin. Meski demikian, SMK tetap menjadi penyumbang TPT tertinggi.
BACA JUGA: Vaksin Booster Mulai Dijual 12 Januari, Ini Harganya
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 27 April 2022 telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) No.68/2022 tentang Revitalisasi Vokasi dan Pendidikan Vokasi. Kementerian Ketenagakerjaan pun telah mulai melakukan revitalisasi balai latihan kerja (BLK) di seluruh Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyampaikan harapannya dengan revitalisasi tersebut dapat upskilling dan reskilling pencari kerja sehingga dapat bersaing di pasar kerja.
“Kebijakan ini kami lakukan dengan transformasi balai latihan kerja yang tujuan utamanya adalah mengubah bentuk dan fungsi BLK agar mampu merespon ketenagakerjaan guna mencapai pembangunan ketenagakerjaan,” ujar Ida di Senayan, Selasa (8/11/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bansos PKH Tahap Kedua dan BNPT April Kapan Cair? Simak Status dan Cara Mencairkannya
- Ini Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung
- Arus Balik 2025, Terjadi Peningkatan Jumlah Kendaraan di Tol Cipali
- Arus Balik Lebaran, Tol Semarang-Solo Bakal Dibikin Satu Arah Saat Kendaraan Menumpuk
- Libur Lebaran, Belasan Rumah TNI di Asrama Gajah II Terbakar
Advertisement

Pembangunan Taman Budaya Sleman Terhambat Pemangkasan Anggaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Gempa Myanmar, Pemerintah Pastikan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban
- Libur Lebaran, Belasan Rumah TNI di Asrama Gajah II Terbakar
- Arus Balik Lebaran, Tol Semarang-Solo Bakal Dibikin Satu Arah Saat Kendaraan Menumpuk
- Benjamin Netanyahu Nekat ke Hungaria, Abaikan Perintah Penangkapan dari ICC
- 49 Kepala DaerahBelum Jalani Retret, Kemendagri Siapkan Retret Gelombang Kedua
- Guru Silat di Wonogiri Diduga Cabuli 7 Murid Perempuan
- Berkas Sempat Dikembalikan, Polda NTT Segera Lengkapi Kekurangan Berkas Eks Kapolres Ngada
Advertisement
Advertisement