Advertisement

Renovasi Rumah Subsidi Tak Bisa Sembarangan, Ini Batasannya

Afiffah Rahmah Nurdifa
Selasa, 01 November 2022 - 19:07 WIB
Bhekti Suryani
Renovasi Rumah Subsidi Tak Bisa Sembarangan, Ini Batasannya Foto udara pembangunan perumahan bersubsidi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (2/9/2022). ANTARA FOTO - Mohamad Hamzah

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Rumah subsidi menjadi pilihan yang disasar masyarakat dengan penghasilan terbatas untuk bisa memiliki hunian. Meski disebut terjangkau, properti ini memiliki aturan untuk penghuninya, salah satunya yaitu terkait batasan renovasi.

Interior Expert Pinhome, Shania Tahir mengatakan renovasi rumah subsidi cukup tricky, sebab banyak hal yang harus diperhatikan berdasarkan peraturan yang berlaku. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Kalau mau renovasi rumah subsidi nggak bisa sembarangan, ada aturannya," kata Shania, dikutip Selasa (1/11/2022). 

Pertama, renovasi harus dilakukan secara bertahap. Pemilik rumah subsidi diberikan jangka waktu lima tahun untuk dapat merenovasi rumah sesuai keinginan.

Namun, dalam waktu lima tahun tersebut, pemilik rumah tidak diperbolehkan mengubah bentuk bagian depan rumah atau fasad dan dilarang mengubah rumah menjadi bertingkat.

BACA JUGA: Satker PJN: Banyak Titik Titik Rawan Longsor di Jalur Patuk-Piyungan Belum Bertalut

"Ada jangka waktunya, lima tahun, dalam jangka waktu tersebut pemilih rumah tidak boleh mengubah fasad atau menambah tingkat rumah. Yang diperbolehkan hanya renovasi minor seperti membuat dapur, pasang pagar," ujarnya.

Shania menuturkan, aturan tersebut bisa menjadi suatu kelebihan. Pasalnya, jika merenovasi rumah secara bertahap artinya dana yang dibutuhkan pun tidak langsung besar.

Advertisement

Aturan kedua, renovasi rumah subsidi harus sesai dengan ketentuan maksimal luas tanah. Dalam hal ini, luas rumah tanah tidak boleh lebih dari 200 meter persegi.

Ketiga, pemilik rumah dilarang untuk melakukan bongkar total, merobohkan bangunan meski dengan maksud untuk memperbaiki suatu bagian.

“Aturan ini dibuat karena ada alasannya. Rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, (pembayarannya) disubsidi oleh pemerintah, maka sudah selayaknya tidak melakukan renovasi besar di awal kredit,” ujarnya.

Advertisement

Jika membongkar habis rumah subsidi, artinya pemilik rumah akan mengeluarkan biaya yang mendekati atau sama dengan harga bangunan awal rumah subsidi, maka akad laporan data yang disetorkan tidak sesuai dengan syarat permohonan rumah subsidi.

Di samping batasan tersebut, pemilik rumah subsidi masih bisa merenovasi atap rumah. Shania mengatakan kebanyakan rumah subsidi memiliki masalah yang sama yaitu kebocoran. 

Renovasi atap diizinkan jika terdapat masalah konstruksi bangunan sehingga air merembes saat hujan. Pemilik rumah dapat mengecek ulang pemasangan atap rumah subsidinya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

BPAD DIY Bedah Buku Soal Tips Mengelola Keuangan Keluarga

Jogja
| Kamis, 08 Desember 2022, 06:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement