Advertisement

Mumpung Masih Muda, Segera Mendaftar Haji!

Media Digital
Selasa, 01 November 2022 - 09:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Mumpung Masih Muda, Segera Mendaftar Haji! Ilustrasi jemaah haji muda. - Ist

Advertisement

JOGJA-Animo umat Islam di Indonesia untuk menjalankan ibadah haji sangat tinggi. Jutaan orang masuk dalam daftar tunggu keberangkatan. Di sejumlah daerah, daftar tunggu mencapai 30 tahun, bahkan ada yang hingga 40 tahun. Tentu saja, ini akan menjadi persoalan tersendiri bagi calon jemaah haji, terutama mereka yang barus bisa mendaftar di usia tua.

Bisa jadi, saat mendaftar haji di usia tua maka keberangkatan jemaah bisa dipastikan sudah dalam kategori lanjut usia. Apalagi jika yang bersangkutan tidak dalam kondisi fit atau memiliki riwayat penyakit tertentu. Akibatnya, ibadah sunah dan wajib tidak bisa dilaksanakan secara maksimal mengingat ibadah haji banyak membutuhkan kekuatan fisik. Maka dari itu, sangat dianjurkan pada saat usia masih muda untuk segera mendaftarkan ibadah haji. Pertimbangannya, pada saat jemaah berangkat usianya belum terlalu tua atau masih memiliki kekuatan fisik yang memadai.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Salah satu jemaah haji berusia muda adalah Tedy Priyonugroho. Teddy mengaku berangkat haji di usia 36 tahun, tepatnya tahun 2019. Dia berangkat bersama isterinya yang usianya juga hampir sama. Pada saat mendaftar haji dirinya masih berusia 27 tahun dan ketika itu waktu tunggu jemaah calon haji masih sembilan tahun. “Saat mendaftar, daftar tunggu keberangkatan masih sembilan tahun. Bandingkan, kalau sekarang sudah sekitar 30 tahun,” ujar Teddy, warga Serengan, Solo dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (1/11/2022). 

Menurutnya usia menjadi faktor penting dalam menjalani ibadah haji karena haji sebagian besar merupakan ibadah fisik. Jemaah akan merasakan cuaca yang berbeda dengan Indonesia. Kondisi tersebut tentu saja berdampak pada kekuatan fisik atau kesehatan.
Dia mencontohkan ketika berada di Mina, tentu sangat berat bagi jemaah lanjut usia karena di lokasi tersebut harus berpanas-panasan dan berjalan kaki jauh saat menjalankan lempar jumroh. Sedikit berbeda ketika masih berusia muda, masih memiliki kekuatan cukup untuk menjalani proses tersebut.

“Bagi mereka yang lanjut usia tentu itu berpengaruh dari sisi kesehatan, tetapi bukan berarti yang muda lebih sehat, bukan. Bisa saja yang muda juga sakit. Tetapi usia muda recovery-nya lebih cepat, kalau sepuh recovery butuh waktu. Apalagi yang memiliki penyakit sehingga mobilitasnya juga terbatas,” katanya.

Dia merasakan usia muda memang memiliki peran penting dalam setiap regu jemaah haji. Karena yang muda memiliki fisik yang relatif kuat sehingga diharapkan bisa membantu bagi jemaah yang berusia tua. Dia menyarakan, jika diberikan kemampuan menunaikan ibadah haji, sebaiknya sejak usia muda mendaftar haji.

“Waktu itu yang muda-muda ditunjuk jadi ketua regu. Harapannya yang muda ini bisa membantu yang sepuh-sepuh, karena setiap regu itu usianya sangat beragam,” ujarnya.

Menurut dia selama di Mekah banyak sekali ibadah yang membutuhkan aktivitas fisik termasuk saat berangkat dari pondokan ke Masjidil Haram, thowaf, sai atau lari-lari kecil dari Shofa menuju Marwa sebanyak tujuh kali.

Advertisement

Salah satu jemaah haji sepuh adalah Sumarni. Dia mengaku saat berangkat haji pada 2019 usianya sudah 74 tahun. Dia merasa bersyukur masih diberi fisik yang cukup baik sehingga bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar, baik thowaf, sai maupun saat puncak ibadah haji di Arofah dan juga lempar jumroh berjalan dari Mina menuju Jamarat. “Alhamdulillah saya bisa menjalankan meskipun usia saya saat itu 74 tahun,” ujar warga Serengan, Solo ini.

Meski demikian, saat berjalan kaki dari Mina ke Jamarat untuk melempar jumrah dia harus berhenti beberapa kali untuk istirahat. “Saya dan jemaah lain sudah tua harus beberapa kali berhenti saat hendak lempar jumrah. Ibadah haji ini banyak membutuhkan kekuatan fisik.

Ini benar-benar saya rasakan. Waktu itu modal saya semangat dan yakin bisa. Mungkin ini yang juga jadi kekuatan,” ungkap Sumarni.

Advertisement

Dia mencontohkan ada salah satu jemaah yang tidak bisa menjalankan ibadah secara maksimal karena sudah sepuh. Bahkan ada yang harus menggunakan kursi roda dan harus didampingi jemaah yang lain atau petugas saat beribadah. Maka dari itu, dia menganjurkan kepada anak-anak muda yang memiliki kemampuan keuangan untuk segera mendaftar haji dan tidak perlu menunggu tua saat mendaftar. “Masa tunggunya katanya lebih dari 30 tahun. Kalau mendaftar sudah tua, lalu kapan berangkatnya,” kata Sumarni.

Jika bisa berangkat di usia muda, harapannya masih memiliki kekuatan fisik yang memadai dan bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji baik yang wajib maupun yang sunah. “Kalau masih muda, tentunya bisa membantu jemaah lainnya yang sudah tua,” beber dia.*

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Tiga Bansos di Gunungkidul Cair Bersamaan untuk Puluhan Ribu Orang

Gunungkidul
| Kamis, 01 Desember 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Punya 100 Gerbong, Kereta Api Ini Mampu Meliuk di Pegunungan Alpen

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement