Advertisement

Sungai Mississippi Mengering, Bangkai Kapal Abad ke-19 Muncul

Mia Chitra Dinisari
Selasa, 18 Oktober 2022 - 10:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Sungai Mississippi Mengering, Bangkai Kapal Abad ke-19 Muncul Kapal abad ke-19 yang ditemukan di sungai terpanjang di dunia yang mengering - WBRZ

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Permukaan air Sungai Mississippi terus turun karena kekeringan yang berkepanjangan. Akibatnya muncul beragam penampakan, salah satunya sisa kapal abad ke-19.

Tower Rock adalah salah satu landmark yang dulunya terisolasi kini bisa didatangi pengunjung. Tower Rock yang masuk ke Daftar Tempat Bersejarah Nasional pada tahun 1970, sebelumnya hanya dapat dicapai ketika ketinggian air di bawah 1,5 kaki di pengukur sungai Chester, Illinois, menurut Departemen Konservasi Missouri.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Pada hari Senin, ketinggian air di pengukur adalah 0,22 kaki. Itu secara konsisten diukur di bawah ambang 1,5 kaki dimulai pada pagi hari 11 Oktober sekitar tengah malam.

Selain bisa menyeberang ke Tower Rock, juga muncul sisa-sisa kapal abad ke-19 di ibu kota Louisiana. Warga Baton Rouge Patrick Ford menemukan kapal dagang itu saat mencari artefak.

Baca juga: Koalisi Indonesia Bersatu Tidak Akan Usung Capres dari Luar Koalisi

“Minggu yang lalu saya di sini melihat dan menyadari sisa pantai telah hanyut, dan ada bangkai kapal di sana,” kata Ford dilansir dari Guardian.

Setelah menemukan sisa-sisa kapal, Ford kemudian menghubungi berita lokal dan para ahli yang menanyakan tentang bangkai kapal tersebut. Ford menghubungi arkeolog negara bagian Louisiana, Chip McGimsey.

McGimsey mengkonfirmasi bahwa temuan Ford berasal dari bangkai kapal Brookhill, sebuah peristiwa yang diketahui para arkeolog.

Advertisement

Kapal Brookhill pertama kali dibangun pada tahun 1896 di Indiana untuk perdagangan, kata McGimsey. Kapal bersama dengan kapal lain, Istrouma, tenggelam pada tahun 1915 setelah badai besar.

Sisa-sisa Brookhill agak terbuka pada tahun 1990, ketika sebuah perusahaan arkeologi melakukan survei di puing-puing kapal. Tetapi tingkat air yang lebih rendah telah mengungkapkan lebih banyak sisa-sisa kapal, membantu para peneliti membangun penelitian terbatas.

“Sebagian besar, tidak ada dokumen yang bagus tentang pembuatan kapal, terutama ketika Anda kembali ke area kapal kayu,” kata McGimsey.

Advertisement

McGimsey menambahkan temuan itu adalah contoh langka dari sekitar tahun 1900.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Kenang Masa Taruna, Lulusan AAU 2002 Bantu Warga Berbah

Jogja
| Minggu, 27 November 2022, 05:57 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement