FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Gibran Rakabuming Raka/Antara-Aprilio Akbar
Harianjogja.com, SOLO — Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menanggapi permintaan salah satu netizen agar Kecamatan Kartasura, Kecamatan Colomadu, dan Kecamatan Ngemplak agar masuk wilayah administrasi Kota Solo, Jawa Tengah.
Perlu diketahui, tiga kecamatan tersebut memang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Solo. Akan tetapi, tiga daerah tersebut secara administrasi masuk Kabupaten Sukoharjo untuk Kecamatan Kartasura.
Sedangkan Colomadu masuk di wilayah Kabupaten Karanganyar serta Ngemplak ada di Boyolali, Jawa Tengah.
Namun, netizen pengguna akun Twitter @tonok_bc meminta agar Kartasura, Colomadu, dan Ngemplak masuk dalam wilayah administrasi Kota Solo. Hal ini dimaksudkan agar pembangunan di tiga daerah tersebut lebih terintegrasi dan berkesinambungan.
“Kartasura, Colomadu, Ngemplak (Boyolali) idealnya masuk admin Solo. Biar pembangunan lebih terintegrasi & berkesinambungan. Kalo mayoritas warga kompak mendukung tuk bergabung, saya yakin bisa,” terang netizen pengguna akun Twitter @tonok_bc.
Ternyata hal tersebut dijawab oleh Gibran. Melalui akun Twitter resminya, @gibran_tweet, dia mengatakan permintaan Kartasura, Colomadu, dan Ngemplak untuk masuk Solo tak semudah itu.
“Ya gak semudah itu Pak,” jelas pengelola akun Twitter @gibran_tweet.
Tak hanya tiga daerah tersebut, ada juga permintaan agar Palur, Gentan, dan Grogol untuk masuk wilayah administrasi Kota Solo.
“Ora sisan Palur, Gentan, Grogol, Gondangrejo, dll yo melu Solo Kota sisan. Bar kui lak Pak Wali dipleroki ro bupati bupati daerah kui,” jelas netizen pengguna akun Twitter @Kewerans_Crew.
Sebagai informasi, dari tiga daerah tersebut, Colomadu memang diketahui wilayah yang letaknya terpisah dengan pusat kota Kabupaten Karanganyar. Padahal jika dilihat dari peta, Colomadu lebih dekat dengan Solo, Sukoharjo, maupun Boyolali.
Karena terpisah dengan kecamatan lainnya di Karanganyar inilah yang membuat Colomadu disebut wilayah ekslave.
Meski terpisah dari kecamatan-kecamatan lainnya di Karanganyar, Colomadu tumbuh menjadi daerah yang maju. Banyak perumahan, perhotelan, industri maupun area perkantoran berada di daerah ini.
Hal ini dikarenakan Colomadu berada di jalur yang strategis, berada dekat dengan Bandara Adi Soemarmo di Boyolali dan jalan utama Solo – Jogja maupun Solo – Semarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.