BPOM Bongkar Obat Palsu Codrela dan Trivam, Bahaya Mengintai
BPOM temukan obat palsu Codrela dan Trivam Fliege. Tak terdaftar, berbahaya, dan beredar luas di marketplace.
Presiden Joko Widodo bersiap memberikan pernyataan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/7/2021). /ANTARA FOTO-Biro Pers Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia dan menyampaikan pesannya untuk seluruh elemen masyarakat Indonesia.
Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersatu padu mendukung agenda besar pencapaian Indonesia maju.
"Mari bersatu padu mendukung agenda besar pencapaian Indonesia Maju, dengan komitmen dan kerja keras, dengan inovasi dan kreativitas," kata Jokowi dikutip dari akun Instagramnya @jokowi, Rabu (17/8/2022).
Selain itu, Jokowi juga menyampaikan harapannya agar Indonesia bisa lebih cepat pulih dan segera bangkit.
"Indonesia pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Dirgahayu Republik Indonesia!" ujar Jokowi. Untuk diketahui, pada hari ini, Presiden Jokowi akan memimpin upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
Sebelumnya, Jokowi telah mengukuhkan 68 orang putra-putri Indonesia dari 34 provinsi sebagai anggota pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) di Halaman Depan Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (15/08/2022) sore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kota Magelang didorong menjadi percontohan integrasi CKG dan penanganan TBC untuk mempercepat penemuan serta pengobatan kasus.
Kelurahan Patangpuluhan melatih pengurus Bank Sampah mengolah galon bekas menjadi hiasan bunga bernilai guna dan ekonomi.
Dehidrasi dapat meningkatkan beban kerja jantung dan mengganggu fungsi ginjal. Kenali tanda kekurangan cairan dan cara mencegahnya.
DPRD DIY meresmikan Forum Parlemen Nyawiji untuk memperluas partisipasi warga dalam penyusunan kebijakan daerah.
KPK menyatakan pemanggilan Nusron Wahid dalam kasus dugaan korupsi ATR/BPN bergantung pada kebutuhan penyidikan.