Pesan Prabowo ke 800 Pati TNI-Polri: Jangan Ada Pelanggaran

Akbar Evandio
Akbar Evandio Rabu, 07 Oktober 2026 22:07 WIB
Pesan Prabowo ke 800 Pati TNI-Polri: Jangan Ada Pelanggaran

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan kepada sekitar 800 perwira tinggi (pati) TNI dan Polri dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Salah satu pesan yang disampaikan adalah agar jajaran TNI-Polri bekerja lebih baik dan tidak mengulangi berbagai bentuk pelanggaran.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan taklimat Presiden menjadi momentum untuk mengingatkan kembali jajaran TNI dan Polri mengenai tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Maruli menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri penyampaian taklimat Presiden Prabowo kepada sekitar 800 pati TNI-Polri. Saat ditanya mengenai pesan Presiden, ia menyebut Prabowo meminta jajaran bekerja dengan baik.

“Ya supaya bekerja baik saja,” kata Maruli saat ditanya mengenai pesan Presiden Prabowo.

Menurut Maruli, pertemuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para perwira tinggi untuk memperbaiki pelaksanaan tugas. Ia mengatakan arahan Presiden mencakup berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas TNI dan Polri.

“Mengingatkan kembali, supaya kita bekerja lebih baik lagi. Itu saja," ujarnya.

Maruli juga mengatakan Prabowo mengingatkan agar jajaran TNI-Polri tidak mengulangi berbagai bentuk pelanggaran dalam menjalankan tugas. Pesan tersebut menjadi salah satu bagian dari arahan Presiden kepada para pati.

Prabowo Tekankan Kekompakan TNI-Polri

Dalam taklimat tersebut, Prabowo tidak hanya meminta TNI dan Polri meningkatkan pelaksanaan tugas. Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat kekompakan serta kesiapsiagaan operasional kedua institusi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo meminta jajaran TNI dan Polri menjaga integritas dan menghindari ego sektoral. Menurut arahan Presiden, soliditas dan kesiapsiagaan tersebut harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

“Beberapa taklimat Bapak Presiden kepada para peserta antara lain perkuat kekompakan dan kesiapsiagaan operasional TNI-Polri. Jaga integritas dan jangan ada ego sektoral. Seluruhnya semata-mata untuk kemudahan dan kesejahteraan rakyat,” tulis Teddy dalam keterangannya.

Arahan tersebut menempatkan kekompakan TNI dan Polri sebagai bagian dari pelaksanaan tugas yang berorientasi kepada masyarakat. Kesiapsiagaan operasional juga diminta berjalan bersama dengan integritas dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.

TNI-Polri Diminta Jaga Kepercayaan Masyarakat

Selain persoalan kekompakan dan integritas, Prabowo meminta TNI dan Polri menjaga kepercayaan masyarakat. Kedua institusi tersebut dinilai memiliki posisi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam menjalankan fungsi pelayanan dan perlindungan.

Presiden juga meminta jajaran TNI-Polri memperbaiki pelayanan kepada warga. Kecepatan dalam membantu masyarakat dalam berbagai situasi turut menjadi perhatian dalam arahan tersebut.

“Jaga kepercayaan rakyat, TNI adalah tentara rakyat dan Polri adalah polisi masyarakat. Perbaiki layanan kepada warga dan selalu menjadi yang tercepat dalam membantu warga di setiap situasi,” katanya.

Pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 800 pati TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Selain menjadi forum penyampaian arahan Presiden, pertemuan tersebut menjadi momentum bagi jajaran TNI-Polri untuk kembali mengingat tanggung jawab serta memperbaiki pelaksanaan tugas.

Maruli menegaskan kembali bahwa arahan Presiden pada intinya meminta jajaran TNI dan Polri bekerja lebih baik. Pada saat yang sama, para perwira tinggi juga diingatkan agar menghindari dan tidak mengulangi berbagai bentuk pelanggaran dalam menjalankan tugas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online