Merger BUMN Karya Mundur, Restrukturisasi Utang Jadi Sorotan
Merger BUMN Karya ditunda hingga kuartal IV/2026. Danantara fokus menyelesaikan restrukturisasi utang dan memperkuat kinerja keuangan perusahaan.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen di agenda pertemuan bilateran Indonesia-AS di sela-sela Finance Minister and Central Bank Governors (FMCBG) G20 Nusa Dua, Bali (16/7/2022)/Antara
Harianjogja.com, BALI – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen sama-sama berpendapat perang antara Rusia-Ukraina menjadi penyebab krisis pangan dan energi yang terjadi saat ini.
Dalam pertemuan bilateral fisik di Nusa Dua Bali, Jumat (15/7/2022), keduanya menyatakan dampak yang ditimbulkan dari konflik di Ukraina menjadi salah satu pemicu melambungnya harga energi dunia, dan menyebabkan munculnya tantangan pada perekonomian global.
“Kami berdua sepakat bahwa penyebab krisis pangan dan energi yang terjadi merupakan konsekuensi dari isu geopolitik yang belum mengalami de-eskalasi,” ujar Sri Mulyani.
Untuk mengatasi hal tersebut, dia menyatakan berbagai opsi kebijakan perlu didiskusikan agar pasokan minyak dunia tetap terjaga dan harga minyak dapat kembali kepada level sebelum konflik. Selain itu, penanganan krisis pangan dan energi harus segera diakselerasi.
Sri Mulyani sebelumnya menuturkan harga komoditas energi global berubah secara ekstrem. Hal ini pun menjadi ancaman perekonomian, sekaligus memengaruhi arah perbaikan ekonomi dunia.
Menurutnya, situasi ekstrem ini tercermin dari kenaikan harga minyak mentah yang meningkat 350 persen dalam kurun dua tahun. Peningkatan terbesar untuk periode dua tahun sejak 1997. Sementara itu, harga gas alam di Eropa meningkat 60 persen dalam dua pekan.
Sementara itu, dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7), Yellen menyatakan bahwa kondisi yang terjadi hari ini merupakan efek negatif dari invasi yang dilakukan Rusia. Kondisi tersebut lantas membuat harga energi melambung dan meningkatnya kerawanan pangan.
“Tantangan terbesar hari ini datang dari tindakan ilegal Rusia dalam perang tak beralasan melawan Ukraina. Kami melihat efek negatif dari perang itu di setiap sudut dunia, terutama terkait dengan harga energi yang lebih tinggi, dan meningkatnya kerawanan pangan,” ujarnya.
Menurut Yellen, dampak tersebut juga tercermin dari data Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) AS naik 9,1 persen pada Juni 2022. Ini merupakan lonjakan terbesar sejak 1981.
Dibandingkan bulan sebelumnya, CPI AS naik menjadi 1,3 persen atau terbesar sejak 2005. Adapun CPI inti, yang menghilangkan komponen makanan dan energi yang lebih mudah berubah, naik sebesar 0,7 persen secara bulanan dan 5,9 persen secara tahunan.
Angka inflasi ini berada di atas median proyeksi ekonom dalam survei Bloomberg yang memperkirakan CPI AS naik 8,8 persen pada Juni. Sementara itu, jika dibandingkan Mei, CPI sebelumnya diperkirakan naik 1,1 persen dan CPI inti diperkirakan naik 0,5 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Merger BUMN Karya ditunda hingga kuartal IV/2026. Danantara fokus menyelesaikan restrukturisasi utang dan memperkuat kinerja keuangan perusahaan.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu, 11 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Arsenal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Leeds United 2-1. Gol Riccardo Calafiori dan Bruno Guimarães memastikan tiga poin bagi The Gunners.