Advertisement

Penjelasan IATA Tentang Tiket Pesawat yang Akan Lebih Mahal

Reni Lestari
Senin, 11 Juli 2022 - 08:37 WIB
Sirojul Khafid
Penjelasan IATA Tentang Tiket Pesawat yang Akan Lebih Mahal Pelancong, tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali, Senin, (7/3 - 2022). Indonesia mulai mengizinkan masuk bebas karantina bagi orang asing yang bepergian ke Bali. Pengunjung dari 23 negara, termasuk AS, Inggris, dan Australia, bisa mendapatkan visa on arrival asalkan sudah divaksinasi lengkap dan dinyatakan negatif Covid/19 sebelum keberangkatan. Bloomberg / Putu Sayoga

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Harga tiket pesawat di masa setelah pandemi bakal mengalami kenaikan signifikan. Direktur Jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Willie Walsh, menjelaskan hal itu lantaran harga minyak dunia melonjak sebagai akibat permintaan yang tinggi dan perang Rusia-Ukraina.

Mantan bos British Airways itu mengatakan mau tidak mau, biaya ini harus dibebankan kepada konsumen. Walsh mengatakan wisatawan perlu bersiap untuk biaya penerbangan yang meningkat.

"Terbang akan lebih mahal bagi konsumen, tanpa diragukan lagi. Harga minyak yang tinggi akan tercermin pada harga tiket yang lebih tinggi," katanya seperti dilansir BBC, Senin (11/7/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Selain permintaan yang tinggi setelah dunia pulih dari pandemi, dampak dari perang di Ukraina telah mendorong harga minyak naik lebih jauh.

BACA JUGA: Penjualan Mobil Seken Naik Gara-Gara Harga Mobil Anyar Mahal

AS telah mengumumkan larangan penuh atas impor minyak dari Rusia, dengan Inggris akan menghentikan pasokan dari Negeri Berung Merah pada akhir tahun. Para pemimpin Uni Eropa mengatakan mereka akan memblokir sebagian besar impor minyak Rusia pada akhir 2022.

Hal itu berarti permintaan minyak dari produsen lain telah meningkat, yang mengarah ke harga yang lebih tinggi. Walsh mengatakan harga bahan bakar berada pada rekor tertinggi, sementara minyak adalah elemen terbesar dari basis biaya maskapai.

"Tidak dapat dihindari bahwa pada akhirnya harga minyak yang tinggi akan diteruskan ke konsumen dengan harga tiket yang lebih tinggi," imbuhnya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

145 Badan Publik Raih Predikat Informatif pada Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi KID DIY

Jogja
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 02:27 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement