Advertisement

Presiden Jokowi Puji Airlangga Sebagai ‘Motor’ Kartu Prakerja

Media Digital
Sabtu, 18 Juni 2022 - 00:57 WIB
Arief Junianto
Presiden Jokowi Puji Airlangga Sebagai ‘Motor’ Kartu Prakerja Suasana Temu Raya Prakerja, Jumat (18/6/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Program Kartu Prakerja sebagai salah satu program yang berhasil di pemerintahannya.

Secara khusus, Presiden memuji kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai salah satu motor penggerak keberhasilan program Kartu Prakerja.

Advertisement

Pujian itu disampaikan Jokowi saat berpidato di hadapan alumni program Kartu Prakerja saat Temu Raya Alumni Program kartu Prakerja di Sentul International Covention Centre, Bogor, Jawa Barat.

"Yang saya hormati Pak Menko Perekonomian [Airlangga Hartarto]. Beliau ini ‘motor’-nya yang menggerakkan Kartu Prakerja beserta seluruh PMO yang tergabung dalamnya," kata Presiden melalui rilis, Jumat (17/6/2022).

Presiden kembali memuji Airlangga dan manajemen pelaksana Program Kartu Prakerja setelah membeberkan hasil survei badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut sebanyak 88,9 persen penerima Kartu Prakerja meningkat ketrampilannya. “Artinya, hasilnya ketemu 88,9 persen. Ini yang harus saya apresiasi, Pak Menko beserta seluruh tim," katanya.

Menko Airlangga sendiri melaporkan ke Presiden bahwa Program Kartu Prakerja mendapat pujian dari beberapa negara sahabat. Bahkan, program yang digagas untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 ini bisa ditiru berbagai negara berkembang di dunia.

Bukan hanya negara berkembang, Airlangga mengaku saat berada di Davos, pemerintah Belanda juga memuji program Kartu Prakerja Indonesia.

"Dalam pertemuan di Davos menteri dari Belanda dengan perdana menteri juga mengatakan bahwa kartu prakerja bisa direplikasi di negara-negara berkembang yang lain Bapak Presiden," kata Menko Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, program Kartu Prakerja menjadi salah satu program Government to People (G2P) yang paling masif ada dibandingkan di negara lain.

Advertisement

Selain itu, dalam pertemuan UNESCO di Marrakesh, kata Airlangga, program Kartu Prakerja juga dipilih sebagai program untuk menghadapi tantangan kerja di masa depan saat transformasi digital hingga green economy.

"Kami juga melihat bahwa program ini dinilai lembaga eksternal, seperti CSIS, BPS, kemudian dari Jepang ada J-PAL Southeast Asia, UNDP, Bank Dunia, dengan TNP2K. Seluruhnya menemukan bahwa program ini berdampak positif dalam peningkatan skill dan kepekerjaan pesertanya dan ini mempertegas dampak positif dari Program Kartu Prakerja," tegas Airlangga.

Menko Perekonomian menambahkan, hingga saat ini, sebanyak 12,8 juta orang tercatat mengikuti program Kartu Prakerja dan 95 persennya telah menerima insentif.

Advertisement

Demografi peserta Kartu Prakerja yakni, sebanyak 56% tinggal di desa, 49% perempuan dan sekitar 3% adalah penyandang disabilitas.

Selain itu, sebanyak 30% peserta yang sebelumnya menganggur kini telah bekerja atau berwirausaha, lalu 90% mengaku Kartu Prakerja membantu meningkatkan kompetensi, produktivitas dan meningkatkan daya saing.

Kemudian sebanyak 66% menggunakan sertifikasi pra kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Lalu, 92% peserta menggunakan dana bantuan sebesar Rp600.000 untuk membeli pangan dan 70% untuk modal usaha.

Airlangga mengatakan, sebanyak 27% dari penerima belum pernah punya rekening. "Tetapi 27 persen Itu memilih menggunakan e-wallet sehingga ini menjadi program inklusi keuangan,” ujarnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Perpustakaan Menjadi Media Penting Peningkatan Literasi

Jogja
| Senin, 27 Juni 2022, 05:47 WIB

Advertisement

alt

Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia

Wisata
| Sabtu, 25 Juni 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement