Advertisement

Awal Mula Rencana Tiket Candi Borobudur Jadi Rp750.000 Ternyata Terkait dengan Tol Jogja-Semarang

Khadijah Shahnaz
Kamis, 09 Juni 2022 - 19:47 WIB
Bhekti Suryani
Awal Mula Rencana Tiket Candi Borobudur Jadi Rp750.000 Ternyata Terkait dengan Tol Jogja-Semarang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kenaikan tarif dan pembatasan pengunjung Candi Borobudur sudah dipertimbangkan dan disarankan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Luhut mengatakan hal ini dalam rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis (9/6/2022).

Luhut mengatakan terkait penetapan tarif Candi Borobudur yang naik menjadi Rp750.000 tersebut sudah dilakukan studi komprehensif dengan UNESCO. Adapun, tarif ini ditunda dahulu karena dinilai terlalu mahal.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Kita bikin studi komprehensif dengan UNESCO di situ, dan angka itu keluar," kata Luhut saat rapat di Banggar DPR, Kamis (9/6/2022).

Luhut menjelaskan penetapan tiket masuk dan pembatasan stupa Candi Borobudur sudah melalui banyak pertimbangan.

BACA JUGA: Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-106: Makin Kacau! Pasukan Ukraina Dipaksa Mundur

Dia mengatakan dengan selesainya pengerjaan Jalan Tol Joglo Semar (Jogja-Solo-Semarang) yang melewati wilayah Borobudur diprediksikan akan dilintasi 26 juta pengguna yang melewati tol tersebut.

"Jadi dengan kita buka jalan tol sekarang, itu satu tahun akan masuk 26 juta orang, berapa juta bisa masuk ke Borobudur. Jadi harus kita tata," ujarnya.

Luhut juga mengatakan wilayah sekitar Borobudur sudah kembali dipenuhi oleh wisatawan dengan pembukaan kembali pariwisata setelah penyebaran Covid-19 berkurang.

Advertisement

Saat ini pun Candi Borobudur telah mengalami pengurangan ketinggian dan kerusakan sehingga UNESCO memberikan saran untuk membatasi jumlah pengunjung.

"Kita menentukan 1.200 (wisatawan) itu juga saran dari UNESCO karena sudah terjadi penurunan dan juga jadi kerusakan itu barang yang sangat langka di dunia," kata Luhut.

Luhut juga mengatakan pemerintah akan membenahi kawasan sekitar Candi, baik seperti tata letak dan sampah yang menumpuk di daerah Borobudur. Dia mengatakan ketika di daerah Borobudur, 35 meter sudah terlihat sampah dan memberikan bau kepada Borobudur.

Advertisement

Sebelumnya, Luhut dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sepakat untuk menunda rencana penetapan tarif naik ke Candi Borobudur Rp750.000.

“Saya sampaikan kepada beliau, ini banyak yang protes, menurut saya diendapkan dan beliau setuju. Ini soal tarif jangan dibicarakan dulu, di-postpone dulu, dan memang TWC [Taman Wisata Candi] sama balai sedang komunikasi, maka masyarakat tidak perlu resah. Itu penting untuk disampaikan,” kata Ganjar usai bertemu dengan Luhut, di Rumah Dinas Gubernur (Puri Gedeh), dikutip dari keterangan resminya, Selasa (7/6/2022).

Ganjar menjelaskan penataan di kawasan Candi Borobudur memang masih terus dilakukan. Untuk itu, dia menilai harus dicarikan skema-skema terbaik untuk mengatur wisatawan yang hendak naik ke atas candi. Baik dengan pembatasan kuota maupun dengan instrumen lain, seperti salah satunya penentuan tarif masuk.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi, Pemkot Jogja Berjanji Tingkatkan Pelayanan

Jogja
| Kamis, 29 September 2022, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement