Advertisement
Kredit Kendaraan Bermotor Diprediksi Bakal Melandai, Ini Penyebabnya
Pengunjung menaiki mobil yang dipamerkan dalam IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (18/4 - 2021). Antara Foto/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Berakhirnya masa relaksasi kredit Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) disinyalir akan berdampak pada penjualan kendaraan bermotor, yang ujungnya juga membuat penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) perbankan melandai pada kuartal II/2022.
PPnBM merupakan program relaksasi dari pemerintah. Insentif yang dilakukan secara tappering off dan dimulai pada 31 Maret 2021 dan berakhir pada 31 Maret 2022.
Advertisement
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan penyaluran kredit mengikuti penjualan.
Data termutakhir yang dirilis Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan kendaraan pada April 2022 melorot. Penjualan pada April 2022 tercatat sebanyak 82.877 unit, turun 15,89 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 98.544 unit.
Sejalan dengan penurunan tersebut, kata Piter, kredit kendaraan bermotor (KKB) juga terimbas. Dia menduga penurunan terjadi karena masa relaksasi PPnBM telah selesai yaitu 31 Maret 2022.
“Saya kira besar pengaruhnya. Masyarakat sudah beli dahulu pada saat ada relaksasi. Maka, pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor pada periode Maret sangat tinggi. Turun pada April karena faktor ini,” kata Piter, Rabu (8/6/2022).
Piter mengatakan meski demikian, penurunan hanya terjadi secara bulanan. Sementara itu jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu kredit kendaraan bermotor masih tumbuh.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan 600 Meter di JJLS Gunungkidul Dibarengkan dengan Pelebaran Jalan
Dia juga memprediksi pertumbuhan KKB akan terus terjadi sepanjang 2022, seiring dengan pulihnya perekonomian karena meredanya pandemi dan juga didorong oleh tingginya harga komoditas.
“Triwulan II/2022 pertumbuhan penyaluran KKB saya kira akan lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I/2022. Tetapi masih lebih tinggi dibandingkan triwulan II/2021.
Demikian juga dengan keseluruhan 2022. Saya perkirakan masih akan lebih tinggi dibandingkan 2021,” kata Piter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KemenPPPA Soroti Trauma Korban Penjambretan di Sleman
- Ketua KPK Ungkap Pola Baru OTT, Aliran Dana Kini Disamarkan
- Kalah di Pemilu Paruh Waktu 2026 Bisa Bikin Donald Trump Dimakzulkan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
- Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari
Advertisement
Dispar Sleman Tunda Fasilitas Pilah Sampah di Kaliurang, Ini Alasannya
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Hotel dan Homestay Tanpa Izin Tetap Kena Pajak di Bantul
- Pemkab Bantul Usul MBG Ramadan Dibagikan Sore Hari
- Tas Berisi Sajam di Girisubo Gunungkidul, Polisi Lacak Jejak Pemilik
- Kraton Jogja Resmi Izinkan Lahan Sultan Ground untuk Mapolda DIY Baru
- Jadwal Liga Champions Putaran Pamungkas, 16 Besar Jadi Rebutan
- DPRD Bantul Minta MBG Ramadan Patuh Juknis Nasional
- Isu Tunjangan Guru Madrasah Ditunda, Kemenag Bantul Tunggu Surat Resmi
Advertisement
Advertisement



