Bupati Magelang Dorong Optimalisasi PAD Lewat PBB-P2 2026
Bupati Magelang menekankan optimalisasi PAD melalui PBB-P2 2026 guna memperkuat kemandirian fiskal dan pembangunan daerah.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Gunawan Sugiarno, menunjukkan kandang kambing yang bersih dan sehat di Desa Seloboro, Salam, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022). - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, MAGELANG—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mendorong Pemerintah Kabupaten Magelang untuk serius menangani temuan hewan ternak yang diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Mahmud, mengungkapkan Dewan mendukung adanya penutupan pasar hewan namun catatannya, selama penutupan tersebut dilakukan dengan langkah maksimal untuk mendeteksi dan mencegah penularan PMK.
“Harapan kami, selama penutupan itu digunakan untuk mencegah PMK semaksimal dan seakurat mungkin. Jangan sampai pedagang hewan ternak merugi terlalu lama. Apalagi kurang lebih satu setengah bulan lagi menghadapi Iduladha,” katanya, Rabu (25/5/2022).
Mahmud juga mengingatkan Pemkab untuk menyosialisasikan kebijakan penutupan pasar hewan kepada masyarakat secara luas. Harapannya, tidak ada pedagang yang kecele dan pedagang pun memanfaatkannya untuk turut melakukan pencegahan PMK.
Wakil Ketua Dewan itu berharap setelah penutupan pasar hewan selama dua pekan ini, masalah PMK bisa selesai sehingga tidak perlu ada perpanjangan penutupan pasar hewan.
“Untuk hewan ternak yang diduga terjangkit PMK, DPRD Kabupaten Magelang menyarankan supaya hewan itu diisolasi agar tidak menular ke hewan ternak yang lain. Di samping itu, perlu adanya pemindaian pada hewan ternak dari luar kota yang masuk ke Kabupaten Magelang,” katanya.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Gunawan Sugiarno, menambahkan legislatif sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang guna mendorong agar instansi tersebut lebih intensif melakukan tinjauan terhadap ternak ke lapangan.
“Setelah kami cermati bersama, ditemukan ada yang tertular di Desa Salam. Temuan yang diterima laporannya dari Dispeterikan adalah kerbau dan sapi, tapi kemungkinan ada kambing juga,” katanya.
Komisi II turut mendorong adanya antisipasi agar tidak terjadi penularan secara masif. Upaya ini dilakukan dengan menyarankan peternak untuk mendeteksi ternak yang ditengarai tertular PMK agar tidak dicampur dengan ternak lain.
Ternak itu harus diberi nutrisi yang cukup, berikan obat-obat yang sesuai, agar daya tahan tubuh hewan meningkat dan terhindar dari penyakit. Selain itu, antisipasi juga perlu dilakukan dengan melakukan pemeliharaan kandang.
Kandang harus bersih, mendapatkan sirkulasi udara dan sinar Matahari cukup. Hewan ternak juga perlu sering dibawa keluar kandang. “Beberapa kali saya melihat peternak tradisional, kandangnya kotor, sapi, kambing, domba, kerbau kena kotoran sehingga menempel pada tubuh karena kandang tidak dibersihkan,” ucapnya.
Anggota DPRD dari Fraksi PKB ini juga meminta masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi daging sebab daging diperlukan untuk memenuhi nutrisi tubuh. Ia menyarankan masyarakat memilih daging yang segar. Dispeterikan diminta menggelar operasi pasar guna mendeteksi perputaran perdagangan daging di Kabupaten Magelang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Magelang menekankan optimalisasi PAD melalui PBB-P2 2026 guna memperkuat kemandirian fiskal dan pembangunan daerah.
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Instagram menghadirkan fitur baru Instants untuk berbagi foto spontan yang hanya bisa dilihat satu kali dan hilang otomatis setelah 24 jam.
Cristiano Ronaldo berpeluang meraih dua trofi bersama Al Nassr akhir pekan ini sambil terus memburu target 1.000 gol karier.
Bekerja sama dengan SMK Bhumi Phala Parakan Temanggung, Astra Motor Yogyakarta menggelar pelatihan Safety Riding intensif bagi para siswa
Lazio dipastikan absen dari kompetisi Eropa dua musim beruntun usai kalah dari Inter Milan di final Coppa Italia 2025-2026.