Advertisement

Inflasi di Berbagai Negara Meroket, Bagaimana dengan Indonesia?

Wibi Pangestu Pratama
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:47 WIB
Bhekti Suryani
Inflasi di Berbagai Negara Meroket, Bagaimana dengan Indonesia? Pedagang melayani pembeli di Pasar Karbela, Jakarta, Senin (9/5/2022). - Antara Foto/Dhemas Reviyanto

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa tingkat inflasi akan semakin mendekati 4 persen, sejalan dengan tren kenaikan inflasi secara global. Meskipun begitu, inflasi masih sejalan dengan proyeksi awal pemerintah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Raker Banggar DPR) terkait persetujuan tambahan kebutuhan anggaran dalam merespons kenaikan harga komoditas. Hasil rapat itu, DPR menyetujui adanya penambahan dana untuk subsidi, kompensasi, dan perlindungan sosial dalam APBN 2022.

Advertisement

Dia menyampaikan bahwa secara global terjadi tren kenaikan inflasi, baik di negara maju maupun berkembang. Di Amerika Serikat misalnya, inflasi terus merangkak naik ke atas 7 persen, bahkan di Jerman inflasi naik 30 persen secara tahunan menjadi 7,3 persen.

Kondisi serupa tak terelakkan di Indonesia. Sri Mulyani menyebut bahwa inflasi Indonesia berpotensi terus merangkak naik mendekati 4 persen.

BACA JUGA: BMKG Sebut Panas dan Sumuk di Indonesia Karena Udara Panas Terjebak di Samudra Hindia

"Inflasi akan upper end, dari proyeksi 3±1 persen, dia cenderung akan dekat ke 4 persen. Sekarang [April 2022] sudah 3,7 persen YoY [year-on-year]," ujar Sri Mulyani pada Kamis (19/5/2022).

Sri Mulyani menyebut bahwa tingginya inflasi yang sejalan dengan kenaikan suku bunga akan menekan pertumbuhan ekonomi pada semester II/2022. Namun, dia meyakini bahwa konsolidasi fiskal dapat tetap berjalan.

Pemerintah wajib menurunkan defisit APBN ke bawah 3 persen pada tahun depan. Oleh karena itu, perlu terjadi penurunan bertahap yang lancar (smooth landing), yakni dengan target defisit APBN 4,5 persen pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Tanah Wakaf 1.430 Bidang di Kulonprogo Tersertifikasi

Kulonprogo
| Jum'at, 01 Maret 2024, 15:27 WIB

Advertisement

alt

Kegiatan Spiritual dan Keagamaan Jadi Daya Tarik Wisata di Candi Prambanan

Wisata
| Kamis, 29 Februari 2024, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement