Jokowi Panggil Astrid Widayani, Ini Wejangannya untuk PSI Solo
Jokowi memanggil Astrid Widayani dan Muhammad Bilal. Pertemuan membahas perkembangan PSI Solo, penguatan struktur hingga agenda di Jateng.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka/Antara-Aris Wasita
Harianjogja.com, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku tidak setuju dengan wacana jabatan Presiden Indonesia hingga tiga periode.
BACA JUGA: Tok! RUU TPKS Resmi Jadi Undang-undang
Gibran mengaku akan ikut berdemo apabila terdapat keputusan resmi mengenai jabatan presiden yang diperpanjang. Ia pun siap untuk terjun ke jalan dan gabung demo menolak usulan tersebut.
“Kabari saya kalau ada demo, tak melu menolak,” tulisnya, Selasa (12/4/2022) siang, melalui pesan WhatsApp.
Di sisi lain, Gibran juga mengomentari demo yang dilakukan oleh HMI Soloraya pada hari ini, Selasa.
“Sudah jelas tidak ada penundaan,” katanya.
BACA JUGA: Chat Aneh Teman yang Menyebalkan Dijual sebagai NFT, Laku Rp800.000
Ia pun berpesan untuk tidak adanya kekerasan yang terjadi saat demo dilakukan oleh para mahasiswa di Solo.
"Ya ndak apa-apa, menyampaikan aspirasi, mangga saja. Asal jangan ada kekerasan,” lanjut anak Joko Widodo itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Jokowi memanggil Astrid Widayani dan Muhammad Bilal. Pertemuan membahas perkembangan PSI Solo, penguatan struktur hingga agenda di Jateng.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan siswa untuk mencegah perundungan dan mewujudkan zero bullying.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.
Pesanggrahan Ambarketawang di Gamping, Sleman, menjadi pusat pemerintahan pertama Kasultanan Jogja sekaligus cikal bakal Kraton Jogja.