Advertisement

Perang Pecah di Ukraina, Menlu Rusia Singgung Soal Perang Dunia III

Muhammad Khadafi
Rabu, 02 Maret 2022 - 21:57 WIB
Bhekti Suryani
Perang Pecah di Ukraina, Menlu Rusia Singgung Soal Perang Dunia III Seorang anak perempuan membawa papan bergambar saat unjuk rasa dekat Museum Seni Modern dan Kedutaan Rusia, setelah Rusia meluncurkan operasi militer besar atas Ukraina, di Ljublana, Slovenia, Jumat (25/2/2022). - Antara/Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan jika perang dunia ketiga terjadi akan melibatkan senjata nuklir, mengutip RIA news agency, Rabu (2/3/2022). Hal ini disampaikan pada hari ketujuh perang Rusia dengan Ukraina.

Lavrov mengatakan bahwa Rusia, yang telah melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina pekan lalu, menghadapi bahaya dari senjata nuklir Ukraina. Akan tetapi dia tidak memberikan bukti selain mengatakan bahwa Ukraina masih memiliki teknologi nuklir Soviet dan kemampuan mengoperasikannya. 

Hal tersebut disampaikan Menlu Rusia pada Konferensi Perlucutan Senjata di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (1/3/2022) waktu setempat. 

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Adapun Invasi Rusia ke Ukraina saat ini sudah memasuki hari ketujuh. Perang pecah setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi militer di Donbas, wilayah di timur Ukraina yang dikuasai separatis pro-Rusia.

Tak lama setelah itu, pasukan Rusia merangsek masuk melalui berbagai wilayah Ukraina di bagian utara, selatan, dan timur. Ukraina lantas membalas serangan tersebut.

BACA JUGA: Warga Terdampak Tol Jogja-Bawen Bisa Memanfaatkan Sisa Bangunan dan Tanaman

Hingga kemarin, Rusia masih terus membombardir sejumlah kota di Ukraina, termasuk ibu kotanya, Kiev. Korban dari serangan tersebut tidak hanya dari militer, tetapi juga warga sipil. Setidaknya ada 136 orang di Ukraina telah meninggal dunia akibat serangan Rusia. 

Sebelum perang Rusia dengan Ukraina pecah, kedua negara sempat menggelar perundingan pada Senin (28/2/2022), tetapi gagal mencapai kesepakatan. Mereka kemudian dijadwalkan menggelar perundingan kedua pada hari ini, Rabu (2/3).

Sementara itu, serangan sikap Rusia telah mendapatkan kecaman dari berbagai negara. Presiden AS Joe Biden telah menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Rusia.

Advertisement

Terbaru, AS bergabung dengan Uni Eropa dan Kanada untuk melarang pesawat Rusia dari wilayah udara Paman Sam. Biden juga mengatakan bahw Departemen Kehakiman akan berusaha merebut kapal pesiar, apartemen mewah, dan jet pribadi milik orang kaya Rusia yang memiliki hubungan dengan Putin.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Tepis Temuan ORI tentang Penjualan Seragam, Begini Penjelasan Disdikpora Bantul & Sekolah

Bantul
| Selasa, 27 September 2022, 17:02 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement