Tring! by Pegadaian Raih Dua Penghargaan di Ajang Nasional 2026
Pegadaian meraih dua penghargaan nasional melalui Tring! by Pegadaian atas inovasi keuangan digital dan strategi pemasaran investasi emas.
Ganjar Pranowo bertemu dengan Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2022 di Semarang/Ist
Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2022 berencana akan menggelar malam nominasi FFI 2022 di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Rencana tersebut sudah disampaikan dan mendapat dukungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Saya atas nama Komite Festival Film Indonesia, kulanuwun atau permisi untuk menyampaikan tujuan kami terkait pelaksanaan malam nominasi FFI yang berharap bisa diselenggarakan di Borobudur. Kita harapkan bisa menjadi kegiatan positif juga tidak hanya bagi FFI tetapi juga masyarakat di daerah," kata Ketua Komite FFI, Reza Rahadian, usai bertemu Ganjar Pranowo di Semarang, Senin (21/2/2022).
Borobudur dipilih karena destinasi yang sangat ikonik. Pelaksanaan di Borobudur juga menjadi awal untuk menyentuh wilayah-wilayah serupa. Sebab selama ini malam nominasi FFI selalu digelar di gedung-gedung.
"Borobudur itu destinasi yang ikonik. Kalau nanti bisa kita gelar di Borobudur mungkin berikutnya kita bisa keliling ke daerah-daerah di Indonesia," jelasnya.
Menurut Reza, malam nominasi FFI juga tidak melibatkan kru sebanyak malam penghargaan sehingga masih memungkinkan digelar dalam situasi pandemi seperti ini. Tetapi nilai dari malam nominasi tidak kalah besar karena pada saat itulah pertama kali muncul nama-nama yang dijagokan meraih penghargaan dalam FFI.
Baca juga: Temui Warga Wadas, Ganjar Pranowo Bicara soal Ganti Rugi Tambang Material untuk Proyek Bendungan
"Krunya tidak sebanyak malam puncak [biasanya] jadi situasi seperti ini (pandemi) masih memungkinkan. Saya juga tidak berani kalau situasinya tidak memungkinkan untuk mengadakan di luar Jakarta. Ini yang menjadi cita-cita bersama mudah-mudahan bisa terwujud," ungkap pemeran tokoh Aris dalam series Layangan Putus itu.
Reza menambahkan, Gubernur Jawa Tengah juga memberikan masukan terkait ide membuat kegiatan-kegiatan lain yang mendukung acara malam nominasi FFI itu. Kegiatan itu bisa diterapkan sebagai rangkaian acara menuju malam nominasi FFI yang digelar sekitar bulan Oktober mendatang.
"Pak Ganjar juga memberikan beberapa ide dan kegiatan yang bisa kita pakai untuk road to malam nominasi FFI. Petanya saat ini masih cukup besar. Kita mau mengerutkan (mengerucutkan) dari ide-ide tadi," katanya.
Salah satu usulan Gubernur adalah membuat kegiatan yang melibatkan seniman atau masyarakat di sekitar Borobudur atau daerah lain di Jawa Tengah. Bahkan Gubernur juga mengusulkan tempat alternatif seperti Dieng apabila terjadi kendala di Borobudur.
"Kita harus mempersiapkan skenario A,B, C, dan seterusnya. Kalau salah satu ada kendala kita harus mencoba yang lain, harus mencari solusinya," ujar Reza.
Terkait kesannya pada pertemuan tersebut, Reza mengaku tertarik dengan ide-ide yang disampaikan Gubernur dan akan menindaklajuti bersama tim panitia.
"Senang bisa ngobrol panjang dengan Pak Ganjar untuk memetakan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan seperti apa. Saya pasti akan merumuskan semua dengan tim, menyusun rangkaian kegiatan seperti apa dan akan menghadap beliau lagi," ungkapnya mantap.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegadaian meraih dua penghargaan nasional melalui Tring! by Pegadaian atas inovasi keuangan digital dan strategi pemasaran investasi emas.
Bayi baru lahir perlu tercatat dalam KK. Simak dokumen persyaratan dan cara mengurus penambahan anggota keluarga melalui Dukcapil.
Sebelum mengunggah video TikTok, periksa lima pengaturan privasi ini agar penonton, komentar, dan informasi pribadi lebih terkendali.
Yangwang U9 Xtreme mencapai 503,17 km/jam di Abu Dhabi. Simak catatan rekor satu arah dan spesifikasi mobil listrik BYD in
Bank Jateng kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan dalam ajang Solo Raya Impact Awards (SRIA) 2026
Timnas Malaysia tanpa pemain JDT untuk menghadapi China dan Yaman. Tan Cheng Hoe menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.