Advertisement

Vaksin Booster Terbukti Turunkan 95 Persen Risiko Kematian dan Rawat Inap akibat Omicron

Indra Gunawan
Rabu, 16 Februari 2022 - 12:47 WIB
Budi Cahyana
Vaksin Booster Terbukti Turunkan 95 Persen Risiko Kematian dan Rawat Inap akibat Omicron Warga mengikuti vaksinasi "booster" di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (18/1/2022). - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Dokter Adam Prabata mengungkapkan vaksin booster Pfizer dan Moderna 95 persen terbukti menurunkan risiko kematian dan rawat inap akibat Omicron.

Hal tersebut disampaikan Adam lewat unggahan instagramnya pada Selasa (15/2/2022).

“Sembilan puluh lima persen efektivitas booster vaksin menurunkan risiko kematian. Dan 75-95 persen efektivitas booster menurunkan risiko rawat inap,” ujar Adam mengutip UK Health Security Agency (UKHSA) tahun 2022.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Adam menjelaskan, sebelum responden menerima booster, mendapat vaksin pertama dan AstraZeneca, Pfizer dan Moderna.

Dari hasil penelitian, penurunan risiko kematian hanya untuk usia lebih dari 50 tahun.

“Penurunan risiko rawat inap hingga 14 minggu, untuk kematian hingga 2 minggu setelah booster,” lanjut Adam.

Diketahui, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 terus meningkat. Kemarin, penambahan angka kematian mencapai 111 kasus per hari. Jumlah itu merupakan penambahan tertinggi sejak kasus Omicron masuk ke Indonesia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa mayoritas pasien meninggal adalah yang belum divaksin Covid-19 dan pemilik penyakit penyerta alias komorbid.

Pada hari ini, Selasa (15/2/2022), kasus kematian di RI tercatat 134 orang, dan tambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 57.049.

Advertisement

"Data Kemenkes pada periode 21 Januari hingga 8 Februari 2022 menunjukkan dari 487 pasien Covid-19 yang meninggal, 66 persen di antaranya belum divaksinasi lengkap," ujar Juru Bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi lewat keterangannya, Senin, (14/2/2022).

Kata Nadia, pemerintah terus berjuang keras mencegah lebih banyak lagi korban yang terjadi, salah satunya dengan mendorong vaksinasi.

"Vaksinasi, terutama bagi lansia, orang yang memiliki komorbid, dan anak-anak harus dipercepat dan diperluas,'' tuturnya.

Advertisement

Nadia menyebut jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sampai saat ini tetap terkendali, kendati kasus melonjak. Per 13 Februari, pasien yang dirawat di rumah sakit secara nasional di angka 31 persen.

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ibu-Ibu Didorong Menggali Potensi Diri untuk Bangun Personal Branding, Beda dengan Pencitraan

Sleman
| Rabu, 28 September 2022, 10:57 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement