Advertisement
Ukuran Tahu dan Tempe Mulai Mengecil Pekan Ini
Perajin membuat tempe berbahan baku kedelai impor yang kini harganya naik dari Rp9.600 menjadi Rp10.300 per kilogram di sentra perajin tempe di Sanan, Malang, Jawa Timur, Selasa (11/1/2022). ANTARA FOTO - Ari Bowo Sucipto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Ukuran tahu dan tempe mulai mengecil pekan ini gara-gara kenaikan harga kedelai di tingkat produsen.
Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengatakan anggotanya telah menjual tahu dan tempe dengan ukuran lebih kecil daripada biasanya pada pekan ini. Langkah itu diambil untuk mengimbangi kenaikan harga kedelai di tingkat produsen yang ikut terkerek akibat gejolak harga internasional.
Advertisement
“Ukuran tempe dan tahu itu sudah dikecilkan karena harga bahan baku yang naik,” kata Aip, Selasa (15/2/2022).
Dia menuturkan sikap produsen untuk mengecilkan ukuran tahu dan tempe itu sudah dilakukan di sejumlah daerah seperti Jabodetabek, Jawa Barat hingga Bali. Kendati demikian, tren itu bakal diterapkan di daerah lain lantaran harga bahan baku yang tertahan tinggi hingga pekan kedua Februari 2022.
Gakoptindo mencatat harga kedelai di tingkat pengrajin sudah di kisaran Rp10.800 hingga Rp11.000. Sementara, harga tempe mengalami kenaikan berkisar di angka Rp10.300 hingga Rp10.600 per kilogram pada pekan pertama bulan ini.
Di sisi lain, harga tahu tercatat berada di harga Rp52.400 hingga Rp53.700 per papannya atau setara dengan Rp700 per potong.
“Tidak ada alternatif lain untuk sementara ini tempe dan tahu harus naik harganya sekitar 10 persen pekan depan,” kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan tren kenaikan harga kedelai impor bakal berlanjut hingga Mei 2022. Kenaikan harga komoditas impor itu belakangan turut menggerek naik harga tahu dan tempe sejak awal tahun ini.
Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai impor pada pekan pertama Februari 2022 sudah menyentuh di posisi US$15,77 per bushel atau sekitar Rp11.240 per kilogram. Angka itu sudah mengalami peningkatan 19 persen dari posisi US$13,77 per bushel pada akhir Januari 2022.
“Hal ini diperkirakan akan terus mengalami kenaikan sampai Mei yang harganya bisa mencapai US$15,79 per bushel. Selanjutnya, tren itu baru akan turun bulan Juli dan turunnya di angka US$15,74 per bushel di tingkat importir,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan saat konferensi pers daring, Jumat (11/2/2022).
Oke menambahkan kenaikan harga kedelai di tingkat dunia itu dipengaruhi karena turunnya pasokan dari produsen utama seperti Brazil pada awal tahun ini. Selain itu, inflasi Amerika Serikat di posisi 7 persen turut mengungkit harga bahan produksi di tingkat dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
- Datangi Rumah Duka YB, Gubernur NTT: Negara Lalai Lindungi Anak Miskin
Advertisement
Bus Sekolah Si Bulan Dikerahkan Tutupi Armada Jalur 14 Trans Jogja
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Motor Miliaran Ramaikan IIMS 2026, Harganya Tembus Rp2,6 M
- Haaland Antar City Taklukkan Liverpool 2-1 di Anfield
- Bayern Muenchen Hajar Hoffenheim 5-1, Diaz Hattrick di Allianz Arena
- Apakah Pekerja Magang Berhak THR Lebaran 2026? Ini Aturannya
- Jogja Fashion Parade 2026 Jadi Panggung Puluhan Talenta Asmat Pro
- Jay Idzes Tak Berdaya, Sassuolo Dibantai Inter 0-5 di Serie A
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
Advertisement
Advertisement



