Advertisement
Ganjar Minta Maaf kepada Warga Wadas yang Alami Kekerasan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo - JIBI/Bisnis.com/Alif Nazzala Rizqi
Advertisement
Harianjogha.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melayangkan permintaan maaf kepada warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, terutama yang mengalami kekerasan oleh aparat kepolisian.
Petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) masuk ke Desa Wadas untuk melakukan pengukuran tanah untuk penambangan batu andesit, Selasa (7/2/2022). Mereka dikawal oleh ribuan polisi yang masuk pada sekitar pukul 10 pagi. Batu andesit dari Wadas akan dipakai untuk pembangunan proyek Bendungan Bener. Banyak warga Wadad yang menolak penambangan dan mereka menerima kekerasan dari polisi.
Advertisement
"Pertama, saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat Purworejo dan khususnya masyarakat di Wadas. Karena kemarin mungkin ada yang merasa tidak nyaman, saya minta maaf," kata Ganjar dalam konferensi pers, Rabu (9/2/2022).
Ganjar mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Kapolda Jateng dan Komnas HAM guna memantau perkembangan yang ada di Purworejo.
Dia menjelaskan sedang ada program yang cukup banyak terkait bendungan di Jawa Tengah. Salah satu yang masih berproses adalah di Purworejo hingga Pemalang.
"Proses ini memang berjalan cukup lama sejak, bahkan dan khusus yang di Purworejo ini yang ingin kita dapatkan adalah aliran irigasi yang bisa mengairi Wadas, yang barangkali tidak tersampaikan dengan baik. Maka kita konsolidasikan dengan baik. Kita selalu membuka ruang komunikasi dan diskusi," katanya.
Dia pun mengaku banyak yang pro dan kontra atas pembangunan bendungan. Ganjar mengklaim membuka ruang diskusi bagi masyarakat yang belum setuju atas pembangunan bendungan. Bahkan, ada juga gugatan yang dilayangkan dan akhirnya telah berkekuatan hukum tetap.
"Itulah kenapa kita membuat tim dengan BPN, Polda, Bupati, untuk melaksanakan tugas-tugas kita sesuatu dengan yang direncanakan," jelasnya.
Sebelumnya, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Wadas yang dilakukan oleh Polresta Purworejo yang menolak penambangan quarry di Desa Wadas untuk pembangunan Bendungan Bener.
"Saat sedang sarapan di sekitaran lokasi tersebut, mereka didatangi polisi dan dibawa ke Polsek Bener. Istrinya kemudian melarikan diri dan sampai ke Desa Wadas, sedangkan suaminya hingga saat ini masih belum diketahui keberadaanya," kata perwakilan YLBHI Zainal dalam keterangan tertulis, Selasa (8/2/2022)
Sejak Senin (7/2/2023), ratusan aparat kepolisian telah melakukan apel dan mendirikan tenda di Lapangan Kaliboto, belakang Polsek Bener yang bertepatan dengan pintu masuk Desa Wadas. Kondisi ini berbarengan pula dengan matinya lampu di Desa Wadas sedangkan desa lain tidak terjadi.
YLBHI juga melaporkan, sejak pagi sinyal di Desa Wadas tiba-tiba hilang. Hal itu berbarengan dengan apelnya ratusan polisi pada pukul 08.00 WIB di Lapangan Kaliboto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Daftar 10 OTT KPK 2026, Pejabat Daerah Berguguran
- Ruang Menteri Ikut Digeledah, Dody Mengaku Tak Tahu Kasusnya
- Pesawat Militer AS Lepas Landas dari Tel Aviv di Tengah Negosiasi Iran
- Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
- Poin Taklimat Prabowo : Soroti Krisis Global, Pertahankan BBM Subsidi
Advertisement
Starting Lineup Barito vs PSS, Super Elja Turunkan Terens-Riko-Toca
Advertisement
Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
Advertisement
Berita Populer
- Menkeu Target Tambah Lapisan Cukai Rokok Mulai Mei 2026
- Indonesia ke Final AFF Futsal 2026 usai Tekuk Vietnam 3-2
- Ditekan AS, Presiden Kuba Tegas Tak Akan Mundur
- Galaxy A37 5G Hadir, Andalan Gen Z untuk Ngonten
- Yusril: Kasus Andrie Yunus Tetap di Peradilan Militer
- Tambang Batu Picu Longsor di Nias Selatan, 1 Korban Jiwa Ditemukan
- Koperasi Desa Merah Putih di DIY Belum Optimal, Ini Kendalanya
Advertisement
Advertisement







