Advertisement

Kasus Omicron di Jakarta Melonjak, Epidemiolog Ingatkan Jangan Dianggap Remeh!

Rahmad Fauzan
Minggu, 16 Januari 2022 - 18:07 WIB
Bhekti Suryani
Kasus Omicron di Jakarta Melonjak, Epidemiolog Ingatkan Jangan Dianggap Remeh! Dicky Budiman epidemiolog University Griffith

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA -- Bertebarnya pemikiran bahwa virus Covid-19 varian Omicron memiliki efek yang lebih ringan dibandingkan dengan Delta dinilai tidak boleh memicu terjadinya kelengahan oleh semua pihak dalam menjaga kesehatan.

Epidemiolog Indonesia dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan ada kencenderungan dan fakta bahwa varian Omicron sudah berada di mana-mana di Indonesia, terutama di daerah aglomerasi dengan mobilitas tinggi, khususnya Jakarta.

Advertisement

"Level penularan secara komunitas itu sudah terjadi. Ini harus direspon sangat serius," ujar Dicky kepada Bisnis, Minggu (16/1/2022).

Berdasarkan data perkembangan kasus Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta per Sabtu (15/1/2022), total kasus positif di Jakarta sudah melonjak ke angka 720 per hari. Pekan lalu, jumlah kasus Covid-19 harian masih 278 orang.

BACA JUGA: Konflik Agraria di Film Ben & Jody

Dari segi perkembangan kasus varian Omicron, penambahan yang sangat supereksponensial juga terjadi. Tercatat, kasus varian Omicron di Jakarta yang mencapai 720 pada Sabtu lalu merupakan jumlah keseluruhan dari kasus Covid-19 hari itu.

Kembali ke periode pekan sebelumnya, jumlah total infeksi Omicron di Jakarta sebanyak 333 kasus. Dengan perincian 280 orang merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 53 bukan PPLN.

Dicky menilai varian Omicron tidak dapat diremehkan jika mempertimbangkan keseriusan dampaknya. Artinya, varian Omicron tidak pantas dianggap sebagai penyakit yang ringan.

"Sebab, apapun variannya, hal yang menjadi indikator kondisi adalah ringan, parah, atau akut," jelasnya.

Advertisement

Kendati demikian, dia tidak menampik bahwa dampak dari varian Omicron terhadap kesehatan sudah berubah yang dinilai sebagai efek positif dari vaksinasi. Percepatan program tersebut diperkirakan menjadi faktor penentu penanganan Covid-19 di Indonesia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pulang dari Sarkem, 4 Pemuda Dihajar Massa Lantaran Buat Onar

Jogja
| Minggu, 22 Mei 2022, 12:17 WIB

Advertisement

alt

Piknik Gunungkidul, Sempatkan Singgah ke "Surga Kecil" yang Satu Ini

Wisata
| Sabtu, 21 Mei 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement